Sejuah ini, saya belum menemukan standard yang pasti dan umum digunakan dalam tips menulis postingan blog. Tidak sedikit blogger yang menulis postingan hanya dengan satu atau dua paragraph. Yang penting, pokok masalah dan pikirannya sudah dituangkan. Banyak blogger juga yang memilih untuk berpanjang-panjang dalam menulis postingan. Mungkin selera apa yah? Saya termasuk di dalamnya; karena saya kurang suka dengan yang terlalu pendek. Kurang suka bukan berarti antipati. Panjang pendeknya sebuah postingan bisa ditulis dengan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:

1. Pemilihan dan Penempatan Keyword

Saya tidak punya pengetahuan yang cukup tentang pemilihan keyword. Kalau penempatan keyword cukup menggunakan All In One Seo Pack, plug in WordPress. Pemilihan keyword harus menjadi pertimbangan dalam menulis postingan, baik itu keyword yang pendek maupun yang panjang; long tile keyword. Pertimbangan seperti apa? Pertimbangan agar postingan terindeks oleh mesin pencari.

2. Kemampuan seseorang dalam menulis.

Setiap orang memiliki kemampuan menulis. Kalau mampu menuangkan tulisan secara panjang lebar, mengapa tidak ditempuh? Kalau tulisan bisa diperpendak, mengapa harus berpanjang-panjang? Yang penting di sini adalah konsistensi untuk fokus pada permasalahan yang hendak dikemukakan. Fokus penting untuk menghindari penyimpangan alur penulisan.

3. Topik dan Pokok masalah.

Topik merupakan turunan dari tema. Sebuah postingan minimal memiliki satu buah topik dengan pokok masalah yang bisa disampaikan dalam beberapa paragraph. Jika topik hanya membutuhkan dua pokok masalah, maka postingan cukup ditulis dengan dua paragraph; lebih jug bisa dengan menjaga konsistensi.

4. Metode Penulisan

Asal menulis saja bisa melahirkan sebuah postingan, tidak harus bersusah-susah menerapkan secara pasti metode penulisan. Jika hendak menerapkan metode penulisan, maka ini merupakan langkah tepat untuk menghadirkan konten yang berkualitas. Blogger Professional menyarankan agar sebisa mungkin mengupload content yang berkualitas, Content is a King and Traffic is A Queen, katanya. Aku sendiri belum mudeng dengan hal itu.

5. Readership.

Istilah ini saya adopsi dari John Chow. Readership bisa dipahami sebagai situasi dan kondisi ideal yang diciptakan atau dimunculkan dari sebuah postingan. Readership muncul dari interaksi penulis dengan pembaca melalui postingan/tulisan. Mengupayakan agar Readership tercipta merupakan hal yang sulit, perlu pembelajaran terus menerus.

6. Word Count.

Kita bisa menetapkan batas minimal dan maksimal panjang postingan dengan memanfaatkan word count tools dari MS Word. Karena tidak ada pedoman yang pasti, maka sebuah postingan bisa dikalkulasi minimal 250 kata, maksimal tidak terbatas, sesuai dengan kebutuhan. Konon Mesin Pencari akan menjangkau keyword pada 250 kata yang pertama.

7. Psikologi Penulis.

Pertimbangan ini mutlak menjadi urusan masing-masing individu. No Food No Mood, No Post,  No Blog dan seterusnya. Kalau sedang malas-malasan; postingannya pendek sekali atau bahkan tidak menulis sama sekali, itu hak masing-masing blogger. Panjang pendeknya sebuah postingan kurang lebih sama. Sama-sama sebuah postingan. Kecuali posting untuk keperluan Paid Review yang sudah dipatok word countnya.

7 pertimbangan di atas mudah-mudahan bermanfaat. Postingan ini masuk kategori sedang, karena word count-nya antara 400-500. Jadi, tidak terlalu pendek dan tidak terlalu panjang. Yang sedang-sedang saja. Kalau hendak menulis posting yang panjang, bisa digunakan model artikel bersambung; menjadi 2, 3 atau 4 tulisan.

Incoming search terms for the article: