Bahwa menulis adalah proses mengabadikan, maka blog ini adalah media menulis sekaligus bukti bahwa tulisan bisa diabadikan. Karena itu, menulis adalah proses mengabadikan. Mengabadikan apa? Apa yang bisa diabadikan lewat sebuah tulisan? Banyak sekali. Ada ide, gagasan, pikiran, visi, rencana, mimpi-mimpi, goals, kisah, cerita, berita, ilmu pengetahuan, hidup dan kehidupan, tanpa atau dengan tips menulis. Mengapa diabadikan? Karena kita manusia memiliki otak yang terbatas, manusia dengan kadar ingatan juga terbatas, manusia dengan kadar kealpaan yang tetap mengancam. Sementara ide, gagasan dan seterusnya itu, tidak mungkin diwadahi apalagi diabadikan di dalam otak kita sendiri.

Ada saat dimana otak tak henti-hentinya mengeluarkan ide.  Semua dicurahkan dengan segala macam cara, termasuk dengan menulis, menulis, menulis. Tapi, ada saat pula dimana otak bahkan sudah tidak mampu lagi mengeluarkan sebuah ide. Gila hingga Mati. Mati karena memang sudah tidak ada ide sama sekali, atau mati karena memang harus melebur dengan tanah.

Pergulatan antara ide gagasan dan seterusnya dengan tekad untuk mengabadikan ide dan gagasan dalam sebuah tulisan membuahkan apa yang pernah disebut dengan Revolusi Budaya Menulis sejak Johann Gensfleisch zur Laden zum Gutenberg, penemu mesin cetak pertama di Eropa dan dunia sekitar tahun 1439 memulai pentingnya menggelar lembaran-lembaran tulisan menjadi sebuah lembaran budaya dan peradaban yang disempurnakan oleh Christopher Sholes sang penggagas dan penemu Mesin Ketik.

Terlalu panjang kalau diuraikan perjalanan panjang revolusi budaya menulis hingga zaman mutakhir seperti sekarang ini di mana hampir seluruh aktifitas tulis menulis memasuki era digital. Apa kabar mesin cetak Gutenberg? Apa kabar pula mesin ketik Sholes? Semua sudah menjadi saksi bahwa menulis itu adalah proses mengabadikan.

Gutenberg Foundation, melalui Project Gutenberg, kini sedang dan masih terus menggeluti era digital dengan digitalisasi karya-karya manusia dengan menjadikannya lembaran-lembaran elektronik berupa elektronic-book alias ebook. The first producer of free electronic books (ebooks). There are nearly 30.000 free books in the Project Gutenberg. Silakan kunjungi situs Project Gutenberg.

Sahabat Blogger…. Anda termasuk yang sangat terbantu dan suka mengambil manfaat dari ebook? Ya, saya kira demikian. Entah anda seorang blogger biasa, pebisnis online, ilmuwan atau seorang penulis lepas. Trend ke depan, Ebook akan menjadi media pengabadian gagasan sejak media massa atau koran hampir semua memanfaatkan bentuk-bentuk electronic-paper, e-paper dengan storage ruang penyimpanan yang terus bertambah. Entah sampai kapan.

Blog? Blog yang saya rasakan juga demikian. Mampu menjembatani kebutuhan untuk terus berproses dalam konteks mengabadikan ide gagasan dan seterusnya. Tidak perlu canggung sebab fasilitas backup ide dan gagasan juga disediakan yang setiap saat bisa dibuka, dibaca kembali dan direnungkan, dan jika mungkin disempurnakan.

Saya sebenarnya tidak tahu kemana arah dan maksud posting ini. Sebab, tanpa terasa, ini adalah posting ke 200 sejak pertama kali ngeblog. Entah sudah berapa huruf, kata dan kalimat yang sudah menjadi saksi proses pengabadian ide dan gagasan. Mumpung ide dan gagasan dari otak saya masih sempat mengalir, maka, saya akan mencoba melanjutkan menuangkan ide dan gagasan di blog gado-gado ini. Semoga saya bisa.

Related posts:

  1. Nuzulul Qur’an : Perintah Membaca Dan Menulis
  2. 7 Manfaat dan Pembelajaran Dari Proses Blogging
  3. Menulis Yang Sudah Pernah Ditulis
  4. Menulis, Menulis, Menulis dan Publish
  5. Menulis Posting Berdasarkan Ketegori Blog
  6. Menulis Posting; Yang Panjang Atau Yang Pendek ?
  7. Setiap Orang Memiliki Kemampuan Menulis
  8. Menulis Posting Bermodalkan Komentar
  9. Lomba Menulis Artikel Kemerdekaan RI dan Ramadhan
  10. Belajar Menulis, Belajar Menjadi Blogger