Strategi Blogging ke 3 yang sangat disarankan kepada para Bloggers oleh Yaro Starak adalah Focus On “Baby Steps”; One Activity In A Day. Saya menerjemahkannya secara bebas dengan kalimat : Blogging Jurus Bayi Jatuh Bangun Dilalui. Simple saja. Terjemahan agak panjang yang mendekati tepat mungkin begini, dalam blogging perlu menempuh langkah yang fokus minimal sehari sekali, tidak masalah meskipun langkah-langkah tersebut termasuk kategori langkah-langkah atau “Jurus Bayi” yang berpeluang untuk salah. Dalam blogging, saya ini ibarat seorang bayi. Saya tidak muluk-muluk dan tidak malu untuk mengakui. Bukan bayi yang baru lahir tadi pagi;  tapi balibul, bayi di bawah lima bulan -kaya sate Tegal dengan kambing di bawah umur lima bulan. Ya, karena saya mengenal blog dan blogging praktis sejak bulan Juli 2008.

Terus terang saja, kalau harus mengikuti secara persis strategi di atas, saya tidak mampu, belum mampu untuk ukuran saat ini; jika ada semacam keharusan untuk melakukan aktifitas online setiap hari. Anda Online setiap hari? Syukur Alhamdulillah. Kalau boleh menawar; dua hari sekali. Sehari blogging online, sehari blogging offline. Ketika offline bisa melakukan aktifitas untuk menggali ide dan mempersiapkan postingan, ketika online kita bisa upload postingan, googling, chatting, blogwalking meninggalkan komentar di blog lain, menjawab dan menanggapi komentar di blog sendiri dan menggali informasi.

Baby Steps, jurus bayi, sangat mungkin terjebak ke dalam langkah-langkah yang salah. Ada Blogger yang dengan tulus menunjukkan 50 kesalahan dalam blogging. Perlu dipelajari. Sebab, sangat mungkin bahwa langkah-langkah yang selama ini dilakukan dalam blogging, masuk dalam kategori 50 kesalahan tersebut. Jika ternyata pernah mengalami kesalahan namun tidak disadari, sebaiknya segera diperbaiki (nasihat untuk saya sendiri, maklum karena masih bayi). Kalau ada manfaat bagi anda, silahkan diambil.

Langkah-langkah yang salah adalah bagian dari apa yang saya sebut langkah-langkah bayi; apa salah jika bayi ngompol di gendongan? Tentu tidak. Tapi jika tidak ingin mengalami hal yang fatal bagi bayi dan yang nggendong, maka biarkan bayi tetap ngompol, tapi disiasati dengan memakai pampers.  Aktifitas blogging jurus bayi tetap dilakukan, tapi ada upaya perbaikan demi perbaikan.

Nah, pada saat bayi belajar merangkak dan berjalan, aktifitas itu tetap berjalan, tertatih-tatih dan harus jatuh bangun. Untuk apa, untuk bisa berdiri tegak sebelum bisa berjalan dengan baik. Blogging-pun demikian, menurut saya. Jika perlu Jatuh bangun dilalui. Tapi jangan jatuh ketimpa tangga. Ternyata banyak langkah sekedar untuk menaikkan Pagerank, misalnya, harus submit ke sana dan ke sini ke sejumlah layanan submit directories.

Saya katakan (terutama untuk saya sendiri) submit ke sana kemari tidak ubahnya belajar merangkak dalam rangka mempromosikan blog. Apa di dalam langkah-langkah tersebut sudah pasti benar? Tentu saja tidak. Apa sudah pasti dijamin bahwa PR-nya naik? Belum tentu. Sebab, ada blog ber-PR-0 tapi pengunjungnya ribuan perhari. Ah yang bener?

Ok, sampai di sini dulu. Intinya barangkali demikian; berusaha membagun blog dari waktu ke waktu, Fokus pada langkah-langkah yang sederhana, siap untuk salah langkah dan kemungkinan gagal. Mudah-mudahan saya yang masih bayi ini bisa menjalankan strategi di atas. Anda yang sudah dewasa bahkan tua dalam blog and blogging; bagi-bagi strateginya yaaaah. Strategi ke 4: Memburu Dollar Malah Kehabisan Rupiah.

NB : Nanti kalau dirasa kategori blog sudah cukup berisi, akan saya instal plug in Related Topic/Post