Sudah sebulan Ngeblog, mengapa hasilnya masih seperti ini?  Kata “sebulan” dalam pertanyaan tersebut bisa diganti dengan seminggu, tiga bulan, setengah tahun atau setahun. Masing-masing individu blogger punya parameter sendiri-sendiri dalam menjawab pertanyaan tersebut, kemudian menengok ke belakang sebagai rentetan dari proses yang ikut membangun kondisi hasil dari Ngeblog di hari ini. Ini mungkin lebih tetap dikatakan dengan perlunya evaluasi dalam blogging.

Paragraf di atas merupakan inti dari apresiasi saya terhadap strategi blogging ke 8 (yang terakhir dari 8 strategi blogging) yang dikemukakan Yaro Starak; Apply 80/20 for maximum Results from List Effort. Perlu membandingkan antara upaya yang dilakukan dengan capaian hari ini. Perbandingan 80% usaha dengan capaian 20% hasil dalam blogging merupakan parameter yang bisa dijadikan pedoman untuk mengukur sebuah keberhasilan.

Mungkin ada tawaran strategi yang lain semisal perbandingan antara 95% : 5 %, 60% : 40% atau bahkan 50% : 50% sebagai parameternya. Namun, setelah saya renungkan, perbandingan usaha sebanyak 80% dengan mengharapkan hasil sebanyak 20% sangat realistis, masuk akal dan proporsional. Karena strategi blogging ini bukan hal yang selesai dengan parameter matematis 5 x 5 = 25.

Contoh; meninggalkan 20 komentar di blog orang lain belum tentu mendapatkan 20 komentar di blog sendiri. Menulis posting tentang Alexa Rank belum tentu sebagai jaminan Alexa Rank-nya akan naik secara drastis. Mem-perbanyak outcoming link juga belum merupakan jaminan akan mendapatkan incoming link yang banyak. Memperbanyak promosi bisnis online, siapa yang bisa menjamin akan mendapatkan penghasilan mudah, cepat dan melimpah?

Dalam proses usaha untuk mendapatkan hasil; ada faktor tehnis dan non tehnis tentunya. Contoh-contoh di atas merupakan faktor tehnis. Dari contoh di atas, faktor non tehnisnya antara lain;  Ada tehnik meninggalkan komentar yang baik, menyiasati secara etis ketentuan Alexa dalam menaikkan Rank sebuah blog; membangun kesadaran pentingnya berbagi link; mengerti situasi dan kondisi psikologis target pasar dalam bisnis online yang strategis.

Dalam blogging, mungkin sekali ada faktor non-teknis. Saya menyebutnya secara sederhana sebagai faktor keberuntungan. Ini berbeda dengan faktor X. Keberuntungan pada faktanya tidak bisa berdiri sendiri sebagai faktor independen. Ia musti dependen terhadap faktor lain.

Okey, postingan ini sangat banyak memakan paragraph jika harus ditulis untuk menjabarkan faktor tehnis dan non tehnis untuk mengapresiasi strategi di atas. Tapi, intinya sederhana saja; berusaha untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam blogging, perlu kerja keras, kerja cerdas dan kerja ihlas.

Untuk yang terakhir (bekerja ihlas); bekerja dengan hati, perwujudannya; berdoa secara sungguh-sungguh memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dan jangan jadi pemalas, sebab, (lag-lagi kata Yaro Starak : Kebanyakan Blogger itu Pemalas). So, jangan jadi Pemalas yaaahhh,  SuamiMalas saja meyakini perlunya kerjakeras; Bagaimana tidak bekerja keras wong blognya belasan biji.

Bahwa mencoba membandingkan antara usaha dengan hasilnya dalam blogging bisa dijadikan agenda yang terjadwal untuk melakukan evaluasi dari hari-ke hari. Saya kira ini penting baik bagi blogger yang serius maupun bagi hawee yang katanya sekedar sebagai penggembira dalam blogosphere.