Learn To Earn Is The Reason Why I am Blogging
Memburu Dollar Malah Kehabisan Rupiah
Strategi Blogging ke 4 yang ditawarkan Yaro Starak yang berbunyi The Early Months Are Not About Making Money. Saya sambil belajar bahasa inggris; terjemahannya kurang lebih; pada awal mula membuat dan membangun blog, sebaiknya tidak berkonsentrasi dan membabibuta untuk menjadikan blog sebagai mesin penghasil uang. Saya punya apresiasi lebih singkat; memburu dollar malah kehabisan rupiah
Maksudnya? Siapa yang tidak tertarik dengan tawaran berpenghasilan jutaan rupiah hanya dalam sehari? dengan Ngeblog? Puluhan juta rupiah dalam satu bulan? Malah ada yang menawarkan ratusan juta rupiah. Itu kan bahasa iklan, promosi. Trik beriklan memang harus cantik dan mampu menggaet calon pembeli. Sedikit kata-kata, bombastis dan tampak menggiurkan. Siapa yang tidak kepincut?
Beberapa waktu yang lalu saya menerima e-mail dari seorang teman; (maaf, bukan email bohong-bohongan) isinya dia mengeluh karena sedang menjalankan bisnis online tapi dihinggapi oleh perasaan hopeless, padahal sudah menjalankan promosi ke sana ke mari yang baginya sudah cukup. Dalam pengertian, sudah mengeluarkan biaya banyak tapi belum juga membuahkan penghasilan.
Bagi yang belum pernah menjalankan bisnis online, apapun bentuknya, sangat wajar untuk langsung kepincut bila sedang menjelajah internet tiba-tiba menemukan tawaran yang menggiurkan semacam itu. Setelah kepincut, kemudian membeli produknya, mempelajarinya, kemudian mempraktekkannya. Pada saat menemukan tehnik bahwa sebaiknya dalam menjalankan bisnisnya memanfaatkan blog, tiba-tiba bingung, sebab belum bisa membuat apalagi membangun blog yang layak dijadikan media bisnis online.
Lewat Strategi di atas, Yaro Starak rupanya ingin berbagi pengalaman dalam hal ini dan sangat memperhatikan nasib para blogger pemula (seperti saya) yang punya hasrat menekuni bisnis online lewat blognya. Apa ada yang kurang pas dari strategi tersebut? Saya rasa sudah pas sekali. Make Money Blogging telah menjadi hal yang lumrah. Menjadikan blog sebagai mesin uang juga semakin mewabah, memburu dollar juga menjadi trend tersendiri. Tapi, jika dilakukan secara spontan, bisa jadi malah kehabisan rupiah.
Dalam kaitan ini, blog tidak ubahnya sebuah warung, kios, yang akan dijadikan media melakukan jual beli. Bagi yang memiliki banyak uang, setelah mempunyai kios, dia akan segera membelanjakan uangnya untuk mengisi kios dengan seabrek dagangan. Melakukan promosi habis-habisan berharap dagangannya cepat laku. Tapi bagi yang tidak punya cukup uang seperti Saya? Membuat kios dulu. Atau mempersiapkan lapak dulu untuk menggelar dagangannya.
Perumpamaan semacam itu sebangun dengan membuat blog terlebih dulu dengan tujuan jangka panjang untuk dijadikan sebagai media bisnis online. Sebab, ternyata banyak broker web penyedia layanan bisnis online juga mempersyaratkan yang berat-berat bagi sebuah blog. Membuat blog saja tidak cukup. Banyak blog yang telah dibuat malah ditinggal pergi pemiliknya; karena blognya tidak kunjung menghasilkan uang.
Oleh sebab itu, harus disertai dengan upaya membangun blog, merawatnya sehingga bisa tetap hidup, bisa dijadikan batu loncatan guna mencapai harapan jangka panjang. Apa dalam bisnis online tehnik ini terlalu memakan waktu? Terlalu bertele-tele? Blog hanya kerangka dasar untuk dijadikan mesin penghasilan, baik rupiah maupun dollar. Tehnik promosi mungkin bisa menjawabnya untuk berpenghasilan dalam waktu singkat.
Kisah teman saya di atas sangat beralasan sehingga dihantui perasaan hopeless. Lantas kapan sebaiknya menjadikan blog sebagai mesin penghasil uang? Kalau memperhatikan strategi di atas, ini pendapat saya, Yaro Starak bukan sama sekali melarang bahwa hari-hari, minggu-minggu dan bulan-bulan pertama langsung pada tahap Make Money Blogging. Karena untuk mencapai tahapan yang sesungguhnya, banyak yang harus dipersiapkan dan dilalui.
Dalam memahami 8 strategi blogging yang dikemukakan Yaro Starak, implementasinya harus dilakukan secara sedikit demi sedikit, terus menerus, berkesinambungan, bersama-sama, tidak bisa sepotong-sepotong. Sudah berapa rupiah yang Anda habiskan untuk memburu dollar? Mudah-mudahan sudah kembali modal dan menuai laba yang melimpah. Bagi-bagi strategi dong…. Go ahead on online bussines.
Demikian, semoga bermanfaat. Strategi ke 5: Sebaiknya Tidak Terlalu Asyik dengan Blogwalking.
Incoming search terms for the article:| This entry was posted by Munawar AM on December 17, 2008 at 12:00 AM, and is filed under Blogging Strategies. Follow any responses to this post through RSS 2.0. You can leave a response or trackback from your own site. |

about 1 year ago
hmm hmm ya ya ya
apapun ituh musti dibangun pondasinya dulu
masa blog berumur 1 hari sudah di tembeli iklan di mana mana
sama aja udah gembar gembor sana sini tapi isi blog masih kosong melompong
about 1 year ago
wah wah wah…
kalo di itung balik modal sepertinya saya masih jauh nih….
dulu sempat kepikiran juga yach…
terlalu sering nge net demi make money online jadi malah tekor buat biaya nge net…
tapi sekarang pola nge blog saya udah sedikit putar haluan…
yang penting happy dolo… monetize ntar aja deh…
about 1 year ago
alon-alon asal klakon kang, merangkak asal nyampe
about 1 year ago
ikut belajar ya bos
about 1 year ago
Yap, sayangnya saya hanya bisa nulis aja di blog, ngak paham cari dolar segala he he
about 1 year ago
wah Yaro Starak selalu menginspirasi kang nawar rupanya.
about 1 year ago
bisnis online hampir sama dg bisnis offline, butuh proses dan perjuangan juga. jgn terlalu gampang termakan bahasa2 promosi yg muluk2.
about 1 year ago
Kerja keras, terus belajar, pantang menyerah dan inovatif biar blog kita tidak mudah terserang penyakit malas atau bosan dari si pembuatnya.
about 1 year ago
saiya juga sering ngebaca artikel dari yaro starak, tapi klo kelamaan rada pusing, soalnya boso ingeris saiya masih dalam itungan belajar, jadi masih buka kamus gitu deh
saiya juga lagi belajar gimana menjadi seorang blogger yang baik, dan klo bisa siy seperti yaro starak *hayalan tingkat tinggi yak*
lam kenal yah kang nawar
about 1 year ago
Menurut pendapat saya, jika modal memang belum cukup, utk awal lebih baik cari cara yg gratisan dulu… Rajin terus pakai yg gratisan dulu, nanti setelah ada hasilnya dan uang sudah mulai bertambah, melompatlah ke yg berbayar… Itu langkah yg menurut saya paling masuk logika…
Namun utk mencapai hasil, ini yg paling penting : gak bisa buru – buru.. Semua ada proses…. Bahkan bisa mencapai berbulan – bulan dalam membangun pondasi tersebut…
Sukses terus kangnawar…
about 1 year ago
klau saya sich coba coba aja dulu… klau sukses ya alhamdulillah,, gagal ya jadi pengamalan.. soaal fee yang meti dikeluarkan anggap ja modal heheh
about 1 year ago
kalo rejeki ga kemana yah
about 1 year ago
hehehehe, tips nomor 5 boleh juga tuh.
emang kudu bijak dengan yang namanya blogwalking.
about 1 year ago
Wah, Pak.. Terlalu asyik dengan bw?
Yup.. benar!
Tapi, saya sekarang pun tak punya waktu lagi utk bw..
about 1 year ago
ulasanya sangat bagus kang, jurnalis ya sampean
about 1 year ago
Kok aku belum dapat dollar ya…
about 1 year ago
>cebong : bikin empang mesti nyiapken benih ikan
>syahuri: saya sepakat Mas
>panda : orang jawa tidak akan pernah 100% madura
>suwung : belajar bareng saja, biar ngehhh.
>ersis : rupiah saja kadang saya tidak paham Pak, opo meneh Dolar.
>unksena: betul, sepkat Unk.
>jafar :jangan lupa kerja ihlas; dengan hati.
>yoyo: pakai yang terjemahan, kan sudah ada.
>slikers: sukses untuk slikers
>zoel; pilihan zoel tepat, terencana dengan bagus
>harianku: yap, kalau rejeki mesti ke sini
>adeska + HeLL-DA: tunggu artikel tersebut yaaah?!
>ali mustika: kalau mencari, biasanya ada jalan untuk menemukan;
=====================
terima kasih buat semuanya; keep blogging.
about 1 year ago
yup, ndak perlu buru2 mikir duit dulu. perkuat dulu aja pondasinya. (komen yang kontradiktif dengan mental blogger matre saya… wakkaka)
bagus banget tulisannya mas
about 1 year ago
wah alexa-nya beda banget sama punya saya ya…?
Di sini 1 jt sekian, gua 9jt sekian….
Semoga sukses menjadi “pendahulu” di bisnis online.
about 1 year ago
=========
pernah punya sedikit pengalaman di tulis menulis; tapi bukan jurnalis.