Beberapa kali saya menemukan nama komentator yang masuk di wp-admin/comments tapi harus diapprove terlebih dahulu. Padahal, komentator tersebut sebenarnya sudah pernah memberikan komentar sebelumnya. Tapi mengapa harus diapprove? Ya. Karena nama yang disertakan berbeda dengan nama sebelumnya, meskipun dengan URI dan alamat email yang sama. Mengapa itu bisa terjadi? Bisa saja karena kelalaian dalam menuliskan nama; masih kurang akrab dengan nama sendiri; salah mengetikkan karena nama yang dipilih bukan nama sebenarnya; nickname, atau namanya menggunakan gabungan karakter dengan huruf sehingga salah penempatan. Kemudian, apakah arti sebuah nama jika dihubungan Belajar SEO dan jika dikaitkan dengan praktek search engine optimization (SEO)? Adakah benar-benar memiliki relevansi?

Sejauh yang saya pahami dan yang saya praktekkan, jawaban dari dua pertanyaan tersebut adalah ya dan memiliki arti. Ini akan menemukan relevansinya jika nama tersebut ditempatkan sebagai salah satu keyword dalam posting atau tentu lebih baik jika ditempatkan pada meta tag blog, khususnya untuk title blog. Saya lebih memilih nama Munawar AM daripada Kang Nawar. Ini karena nama saya itu sudah pernah nyantol di internet sebelum secara resmi memiliki blog ini sehingga mesin pencari sudah mengenalinya. Prakteknya, nama tersebut saya tempatkan pada meta tag untuk title blog ini dan hanya nama itu saja tanpa kata atau kalimat lain. Meskipun demikian, saya menyadari bahwa title tag tersebut kurang unik jika dilihat dari perspektif panduan google’s seo starter guide.

Penggunaan nama tersebut terinspirasi oleh beberapa blogger yang memilih nama aslinya sebagai alamat blognya, seperti Mas Izandi, yang diletakkan sebelum dot com, dot net, dot biz atau lainnya, dan beberapa di antaranya memang menempatkannya sebagai title blog (dalam meta tag). Saya mengasumsikan bahwa para pencari akan melakukan pencarian -salah satunya adalah-melalui nama seseorang. Itu saja. Saya meyakini, meskipun keyakinan tersebut bisa salah,  bahwa  pencari akan lebih enjoy mengetikkan nama “Obama” ketika hendak mencari apapun yang berkaitan dengan nama seseorang. Jika harus mengetikkan kalimat “Pelantikan Presiden Amerika Serikat Barack Obama” tentunya hasil pencariannya lebih variatif dan lebih luas.

Saya juga meyakini bahwa hasil pencarian dengan mengunakan keyword nama (pencarian berupa nama seseorang) bisa efektif. Meski demikian, penggunaan kalimat atau keyword yang panjang-panjang juga sepertinya sering dilakukan untuk tujuan pencarian yang lebih komplit. Nama Munawar AM juga selalu saya gunakan ketika saya meninggalkan komentar di blog para sahabat (berharap dofollow tentunya, kalau no follow ya menjadi lain persoalannya). Penulisannya tidak pernah mengalami modifikasi, sebab, jika dimodifikasi tentu akan dikenali secara lain oleh mesin pencari. Bukankah jika tidak dikenali, itu sama artinya bahwa nama saya tidak SEO friendly?

Lantas apakah pencarian keyword melalui pengetikkan nama benar-benar efektif? Saya tidak tahu jawabannya; mengapa? Karena Kita Tidak Mengetahui Apa Yang Akan Mereka Cari (ini judul posting sambungan dari posting ini). Untuk inspirasipakde, jangan salah lagi kalau menulis nama pada kolom komentar blog ini. He he he he….. saya bingung kalau harus ngedit dan nge-approve terus. Juga untuk sahabat blogger yang lain. Demikian.

Incoming search terms for the article: