Sejauh yang saya pahami tentang keyword, ada dua model keyword yang merupakan basic dari aktifitas blogging yang erat hubungannya dengan mesin pencari dan SEO. Masing-masing adalah Keyword Blog dan Keyword Posting. Sepengetahuan saya, keduanya akan lebih mudah dimanage jika sebuah blog menggunakan platform Content Management System Wordpress dengan memanfaatkan plug in All In One SEO Pack dan Kemudahan Penggunaannya.

Keyword Blog merupakan serangkaian kata atau frasa yang dipilih dan didesign untuk menjadi kata kunci dalam sebuah blog. Sementara Keyword Posting juga merupakan serangkaian kata atau frasa yang dipilih dan didesign untuk menjadi kata kunci dalam setiap posting. Menggunakan kata atau frasa merupakan pilihan yang bisa disesuaikan.

Keyword Blog sifatnya lebih permanent, baik untuk home title, description, maupun keyword utamanya. Permanen bukan berarti tidak bisa diedit. Proses editing bisa dilakukan setelah menjalani aktifitas blogging minimal satu bulan, dengan asumsi bahwa dalam proses tersebut, kita menemukan hal-hal baru berkaitan dengan keyword blog yang harus dimasukkan untuk melengkapi keyword-keyword sebelumnya.

Sedangkan keyword posting akan selalu menyesuaikan dengan isi dari posting yang dimaksud dalam pemilihan maupun penempatannya. Keyword Posting sangat dinamis bergantung pada aktualitas isi posting. Itu sebabnya, kita mengenal istilah “nembak keyword” pada saat yang tepat; yaitu pada saat posting diupload, dan posting tersebut berkaitan dengan keyword yang sedang ramai dibicarakan dan dicari melalui mesin pencari. Dengan demikian, keyword posting sangat dinamis.

Sahabat blogger, jika pernah melalukan searching yang berhubungan dengan tehnik SEO, maka akan banyak ditemukan tips dan trik yang bejibun. Saya sendiri bingung karenanya. Sampai suatu saat saya menemukan ada beberapa ketentuan yang berhubungan dengan keyword blog, keyword posting, optimasi posting dan optimasi meta tag baik untuk blog maupun untuk posting.

Beberapa ketentuan yang dimaksud adalah sebagai berikut (My Site dibaca saja dengan My Blog):

  1. My site has a title that isn’t longer than 60 characters
  2. My site has a title that doesn’t include the domain name
  3. My site has a title that isn’t the same as the file name
  4. My site has a meta “description” tag that is no longer than 100 characters
  5. My site has a meta “description” tag that has less than 25 words
  6. My site has a meta “keywords” tag that has less than 250 characters
  7. My site has a meta “keywords” tag that has all keywords starting in capital letters
  8. My site has a meta “keywords” tag that lists a keyword then , (comma space) keyword
  9. My site has a meta “keywords” tag that doesn’t use any word more than 3 times
  10. My site has between 6-18% keyword density
  11. My site has an index page that loads fast (not too much content or images)
  12. My site has NO BROKEN LINKS
  13. My site has NO UNDER CONSTRUCTION pages
  14. All images have an alt tag
  15. My code validates as valid HTML or XHTML code (Ini Sumbernya)

Step by step, saya mencoba mensinkronkan keyword blog dengan beberapa ketentuan di atas. Hal ini juga saya lakukan untuk sinkronisasi keyword pada setiap posting. Efeknya seperti apa di mata mesin pencari, saya tidak tahu persis. Seandainya ini saya lakukan sejak awal mula mulai blogging, tentu tidak perlu ribet melakukan optimasi posting yang lama dengan melakukan editing seperlunya. Ahhh…, mengapa jadi ribet sendiri dengan SEO yaahhhh…? Dari pada tidak sama sekali, lebih baik belajar SEO secara mandiri.

Related posts:

  1. Google SERP, Siapa Yang Mencari Keyword Blog ini?
  2. Belajar Teknik SEO Bermodalkan Nama
  3. Variasi Keyword Pada Pencarian Google
  4. Ini Hasil Pencarian Keyword Dan SEO Macam Apa?
  5. Belajar SEO Melalui Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009
  6. Belajar Menulis, Belajar Menjadi Blogger
  7. Mengamankan Blog Belajar Dari Kesalahan Masa Lalu
  8. Menulis Posting Berdasarkan Ketegori Blog
  9. Memilih Judul Posting Mempertimbangkan Kompetitor
  10. Optimasi Posting Yang Lama, Perlukah?