Learn To Earn Is The Reason Why I am Blogging
Budaya Politik Uang dan Nasib Caleg Miskin
Money Politic atau praktek Politik Uang dalam usaha meraih kemenangan politik sudah bukan hal yang baru lagi, bahkan sudah bukan hal yang tabu. Saya sangat merasakan betul aroma dan praktek politik uang dalam pemilu legislative kemarin di kampung saya sendiri; semoga di tempat tinggal Sahabat Blogger semua tidak demikian adanya. Jika memang ada indikasi politik uang; apa politik uang ini memang sudah menjadi budaya dalam permainan politik untuk memperebutkan jabatan dan kuasaan?
Praktek politik uang sangat klasik adanya, dilakukan oleh tim sukses Caleg kaya dan berduit dengan memanfaatkan waktu selimit mungkin menjelang waktu pencontrengan. Money Politic rupanya semakin ampuh saja sebagai sarana mengubah pilihan masyarakat dan memenangkan pertarungan dalam permainan politik seperti pemilu legislative dalam waktu yang sangat singkat dengan hasil yang memuaskan.
Waktu di saat praktek Money Politic dilakukan yang lazim disebut “serangan fajar” tersebut berjalan sangat transparan, tanpa pengawasan anggota Panwas yang punya mata terbatas. Praktek Politik Uang ini juga hampir-hampir mengubah segalanya; mengubah pilihan masyarakat yang sudah diyakininya untuk dipilih; mengubah tatanan perkiraan perolehan suara; mengubah mental masyarakat yang semakin mudah memperjualbelikan suaranya.
Bagaimana dengan Nasib Caleg Miskin? Yang tak berduit dan hanya bermodalkan visi-misi dan kepercayaan diri? Ya, mereka praktis tersingkir karena dalam pencalegannya hanya mampu membuat sticker dengan distribusi yang terbatas; tidak pernah terjun ke masyarakat sekedar untuk mengenalkan diri; kok mengharap dukungan perolehan suara…. Sudah takdir politik-nya barangkali, masuk dalam daftar Caleg sekaligus masuk kotak (kalah) bahkan sebelum pencontrengan dimulai.
Hai….Caleg Miskin, siapa suruh masuk dalam dunia politik dengan menjadi Calon Anggota Legislatif? Politik itu Mahal. Butuh uang banyak. Kursi Legislatif DPRD itu tidak murah; butuh puluhan juta, ratusan juta bahkan milyaran rupiah untuk DPR RI. Caleg Miskin jangan berharap banyak untuk meraih kemenangan dalam perhitungan akhir perolehan suara. Dunia politik kita sudah sedemikian parah, kah?
Hai…. Caleg Kaya dan berduit; sudah takdir politik-mu untuk melenggang menjadi Calon Anggota Legislatif. Karena dengan uang yang dimiliki, bisa membeli suara masyarakat; meraih suara sebanyak-banyaknya; bisa meraih kemenangan untuk duduk di kursi DPRD dengan mudah; tapi jangan salahkan masyarakat yang hanya mau duitnya saja dan tidak mau memilihnya. Ya…, jika pun tetap harus menerima kekalahan padahal sudah menebarkan politik uang, semoga tidak masuk dalam daftar tunggu menjadi pasien rumah sakit jiwa.
Jika benar politik uang sudah atau hampir menjadi budaya dalam politik kita, bagaimana dengan nasib masa depan bangsa ini; bagaimana dengan kemungkinan munculnya praktek2 korupsi baru nantinya; bagaimana dengan janji-janji manis saat kampanye; apakah masih akan dibawa di gedung parlemen? Apakah aspirasi masyarakat masih bisa direalisasikan selama lima tahun mendatang jika Calon Legislatif Terlantik masih harus mengembalikan utang? Semoga dimudahkan rejeniknya.
Related posts:
- 10 Partai Politik Untuk Indonesia
- Sihir Magik Klenik Mistik Dan Politik
- Iklan Kampanye Partai Politik di Televisi
- Yang Kalah Dan Yang Menang
- Iklan “Mie Instan” Calon Presiden
- Golput Bukan Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009
- Politisi Perempuan Di Simpang Jalan
- Kampanye Pemilu 2009 Kurang Greget?
- Cukup Lima Menit Untuk Mencontreng?
- Orang Miskin Dilarang Mengemis
| This entry was posted by Munawar AM on April 10, 2009 at 4:31 PM, and is filed under Opini Politik. Follow any responses to this post through RSS 2.0. You can leave a response or trackback from your own site. |




about 11 months ago
Wah, money politik mah kayaknya udah jadi budaya. Kalo nggak gitu, dianggap gak efektif buat menjaring dukungan. Kasian para caleg miskin yang sebenarnya lebih pantas untuk menjadi wakil rakyat (karena harus tergusur).
(soalnya kemaren saya jadi saksi salah satu caleg).
Oya, kalo ngasih uang buat para saksi caleg, apa itu termasuk money politik ya kang? Soalnya di balik penugasan dan pemberian honor saksi itu, sang saksi ‘diwajibkan’ untuk mendukung si caleg
@Munawar AM: itu mah upah Iskandaria sebagai Saksi…; Nyontrengnya terserah kan? Nah kalau Calegnya gak dapet apa-apa di TPS-mu, berarti Iskandaria gak tahu terima kasih…
about 11 months ago
rumah sakit jiwa katanya siap mengeluarkan pasien yang setengah sembuh untuk menampung para caleg yang gagal
wah baru tau kalo orang cilacap tau gitu kemaren mampir. habis dari cilacap mas nyari mendoan anget
about 11 months ago
hehehehe duit di kampung sini ditrima aja kang.. :d cuman urusan milih memilih suka suka
about 11 months ago
para pemilih sekarang kan udah cermat pak.. semoga ja g’ salah pilih
about 11 months ago
hmmm
boong kurasa kalo money politic kagak ada
about 11 months ago
sudah di pastikan tuh kang, tahun ini bakal penuh pasien di RSJ per daerah…
liat saja nanti…
about 11 months ago
ahhh gag juga mas….saya dapat uang tapi ga nyontreng caleg yang kasih uang tuhhh gagagaga
about 11 months ago
hehe malahan saya mah nunggu-nunggu caleg yang ngasih duit ke saya, tapi yang dinanti tak kunjung tiba
about 11 months ago
Wahh..saya ga percaya ma politik uang.
Soalnya saya ga pernah dapet sihh…
hihihihi….
about 11 months ago
coba kemaren ada yang ngasih duit kesaya ? pasti saya gak bingung nyontrengna :: wewkwke ::
about 11 months ago
sepertinya money politics sudah membudidaya mas di negri kita, dengan memanfaatkan kondisi ekonomi… huhhh payahhhh…
about 11 months ago
Yah money politik itu salah satu cikal bakal yang menyebabkan KKN di Indonesia tidak bisa hilang dihapus dari masyarakat Indonesia. Karena dari awal memulai suatu proses udah di mulai dengan KKN maka selanjutnya sampai akhir ya terus aja berkembang KKN, apa lagi kalau sudah merasakan enaknya KKN…
about 11 months ago
Ya.. Beginilah masyarakat/negara kita… Gag ada uang gag ada barang/jasa… Heuh..
about 11 months ago
Ga ikut2 kalau masalah politik sih, hehe…
about 11 months ago
bener sekali politik uang tetap membudaya di negara kita. caleg miskin ? cuma numpang ngadu nasib saja
about 11 months ago
ya walo gmna pun politik uang masih tetap membudaya
about 11 months ago
Hehehe, jadi inget seorang teman yg dijadiin caleg cuma untuk memenuhi kuota keterwakilan perempuan yang 30%. Tanpa modal sepeserpun ia sama sekali tidak memproduksi alat2 kampanye. Hasilnya bisa ditebak dunks….
about 11 months ago
@Cebong : pemilih yang cerdas.

@RusaBawean: Yang Bohong Yang Gak Punya Duit kaliii…
@Riannery + Bongkeng: Ya, kita lihat sama-sama nanti, mudah-mudahan tak sebanyak yang kita bayangkan; pihak rumah sakit sieh ngarenya yang banyak pasiennya tentunya
@Bayumukti: Pinter sampaian Cak…, ambil uangnya, contreng sesukanya
@Brandalsurga: Mas…., mending Bisnis Online kannnn? ha ha haaaa…
@Taktiku + Bocahiseng: Anda berdua termasuk bukan pemilih yang bisa dibujuk untuk dibeli suaranya
@Harianku: payahhhhh Bunda…
@BuJang: KKN Sampai ke liang kubur…, hi hi hi…
@Hilaluddin: sebaiknya tidak mengikuti arus deras budaya ini, bagaimana?
@Slikers: Bisnis terus yahhhh? LANJUTKAN…!!
@Hawee: ngadu nasib atau korban kebijakan parpol?
@Fanz: maskin membudaya
@Ecko: Ya, pokoke setuju dengan Mas Ecko.
————-
Terima asih buat semuanya, yang mau menambahkan komentar silakan di bawah ini
about 11 months ago
begitulah jaman sekarang, uang yang berkuasa…
about 10 months ago
Hi, good post. I have been wondering about this topic,so thanks for sharing. I’ll certainly be coming back to your blog.