Learn To Earn Is The Reason Why I am Blogging
Terbang…., Kemudian Jatuh
Ada yang bilang bahwa alat transportasi yang paling aman dan nyaman adalah pesawat terbang. Ini jika dilihat dari sisi potensi kecelakaan yang biasa menimpa alat transportasi non-pesawat. Di sana, di udara, tidak ada kepadatan arus lalu lintas, tidak ada “jalan berlubang”, tidak ada Pilot yang suka ngebut, tidak ada tikungan licin menghadap jurang, tidak ada / belum pernah mendengar pesawat dengan kelebihan penumpang dan muatan yang menyebabkan kecelakaan. Tapi, kecelakaan akibat pesawat menabrak burung, bahkan menabrak tawon, justeru bisa terjadi, sehingga Terbang Kemudian Jatuh.
Bahwa kecelakaan memang kemudian tidak memandang dan tidak pilih memilih. Tidak peduli menimpa alat transportasi darat, laut maupun udara. Semua pernah terjadi. Bahkan kecelakaan transportasi di darat / jalan raya hampir pasti terjadi setiap hari. Tapi, mengapa kecelakaan pesawat terbang sepertinya menjadi sering terjadi? Bukan kapasitas saya untuk menjawab pertanyaan ini. Biarlah hal ini dijelaskan oleh para ahlinya.
Saya belum pernah sekalipun naik pesawat terbang sehingga belum bisa membuktikan bahwa pesawat terbang termasuk alat transportasi yang paling aman dan nyaman. Mungkin suatu saat, atau mungkin tidak akan pernah sama sekali. Phobia, barangkali. Seperti halnya phobia ketika harus naik Kapal Laut menyeberang antar pulau. Takut akan ketinggian (di udara) sekaligus takut akan kedalam (di laut).
Sebaliknya, ketergantungan sudah menjadi pilihan banyak orang untuk memilih pesawat terbang sebagai alat transportasi karena membutuhkan layanan cepat (sampai tujuan). Kebiasaan ini kemudian ikut membangun image bahwa apapun risiko kecelakaan dalam pesawat terbang, diyakini saja sebagai sesuatu yang tidak bisa dihindarkan, jika itu benar-benar terjadi.
Menurut pemahaman Saya, setiap kecelakaan pasti mengandung risiko, tapi kecelakaan pesawat terbang mengandung resiko yang sangat luar biasa; kemungkinan kematian yang sangat tragis dan memprihatinkan, apalagi jika mengingat kasus kecelakaan pesawat Adam Air yang diperkirakan jatuh ke tengah laut. Siapa menginginkan kejadian semacam ini akan terus terulang? Tentu tidak satupun.
Mari kita petik sebuah hikmah dan pelajaran; bahwa dalam sebuah kecelakaan pasti ada yang salah, atau paling tidak ada yang keliru. Bisa pada pesawat terbang (dan kapal laut) yang karena memang sudah lapuk termakan usia sehingga tidak laya terbang dan tidak layak berlayar. Bisa pada jalan raya yang dilalui karena banyak tikungan, banyak lubang yang menjebak. Bisa pada diri manusianya; tidak mengindahkan rambu-rambu lalu lintas dan minimnya kewaspadaan (dalam kasus kecelakaan darat).
Dari pemahaman tersebut, kemudian bisa diminimalisir untuk tidak melakukan simpul yang salah sebagai semata-mata human error, misalnya. Memang, semua bisa dikembalikan kepada sisi kemanusiaannya; karena manusia pula yang membuat sepeda motor, mobil, kapal laut, pesawat terbang, dan membuat jalan raya/darat.Tapi, sisi kemanusiaan juga terbatas tentunya. Oleh sebab itu, saya hendak mengatakan bahwa apapun jenis kecelakaan, di balik itu pasti ada takdir Tuhan.
>>Gambar diambil dari http://info-dirgantara.blogspot.com
Incoming search terms for the article:
| This entry was posted by Munawar AM on May 21, 2009 at 9:04 AM, and is filed under Opini Saya. Follow any responses to this post through RSS 2.0. You can leave a response or trackback from your own site. |
Terbang Ke Makassar
about 5 months ago - 15 comments
Selama seminggu, terhitung sejak 21 sampai dengan 28 Maret 2010, Saya akan berada di Makassar, mengikuti even lima tahunan, Muktamar NU ke 32, bukan sebagai Peserta, tapi YMT alias Yang Membawakan Tas para peserta dari Kabupaten Cilacap. Tanggal 21 Jam 18.20 WIB, Saya dan rombongan akan Terbang Ke Makassar dari Bandara Juanda Surabaya menuju Bandara

about 1 year ago
itu memang sebuah takdir kang……
ketika kita berjalan ke luar rumah tidak ada yang bisa memastikan bahwa kita akan selamat atau nggak….Berjalan kaki aja ada resikonya..apalgi menggunakan kendaraan sejuta umat itu…..
Manusia yang membuat,manusia yang mendapatkannya……mungkin kecelakaan itu sebagian besar karena kelalaian manusia yang sibuk akan hasrat lain yang melupakan kewajibannya,tapi itu bisa saja sebuah takdir yang kita semua jalani…setiap manusi memilki jalan takdirnya sendiri2….
about 1 year ago
Kecelakaan bisa terjadi di mana aja, dengan alat transportasi apa aja, kesombongan TITANIC akhirnya terkapar juga khan…???
Yang bisa kita lakukan adalah berhati-hati dan menaati segala prosedur dan peraturan, toh itu dibuat demi keselamatan toh..???
about 1 year ago
Naik motor/mobil takut tabrakan. Naik kapal takut tenggelam. Naik pesawat takut jatuh. Lalu naik apa ya yang paling aman?
Semua jenis transportasi punya resiko tersendiri yach kang. Tinggal gimana pihak terkait bisa memperkecil/meminimalisir terjadinya kecelakaan aja.
about 1 year ago
Jadi ngeri juga kalo’ sering2 terdengar kecelakaan ..belum selesai satunya udah ada satunya lagi..semua ini pasti ada hikmahnya
about 1 year ago
Walah jangan nakut-nakutin gua dong lu..
kalo naik pesawat saya udah 4x tapi ragu nih abis baca tulisan bapak
about 1 year ago
saya belom pernah naik pesawat
tapi saya pengen naik
heheheh.
about 1 year ago
Naik pesawat itu nyamannya cuma pas pesawat sudah berada di ketinggian terbang saja. Saat take off dan selama mencapai ketinggian tersebut, alamak, rasanya sangat tidak nyaman. Lebih mending naik truk sawit di atas jalan tanah berlubang-lubang di daerah transmigrasi.
)
about 1 year ago
nah
kalo yg terjadi di Magetan, pasti juga ada penyebabnya
about 1 year ago
@ Kang Nawar! Berapa?
Mungkinkah alat transportasi paling nyaman adalah sandal?
about 1 year ago
saya mau terbang tapi gak mau jatuhh kang ??
about 1 year ago
Menurut saya, semua alat transportasi punya resiko kecelakaannya masing2. Manusia hanya berusaha meminimalisir resiko2 tersebut.
about 1 year ago
semoga dengan sederetan kecelakaan pada transportasi kita tidak mengurangi rasa kepercayaan masyarakat untuk menggunakan jasa transportasi milik indonesia
about 1 year ago
semua ada resikonya, sekarang gimana cara meminimalisir (hmm..gaya bahasa kelas atas :p~) kecelakaan.
about 1 year ago
Surat Yasin ayat 41-43 bisa jadi rujukan
about 1 year ago
Saya malah belum pernah naik pesawat Kang…
about 1 year ago
@Ridwanox: kita ini makhluk religius, bukan? Kesadaran itulah yang menyebabkan kita tidak seharusnya takut akan Kematian; termasuk akibat kecelakaan


@Diah: mari sama-sama mengambil hikmahnya, Bu.
@Benlahmen: jangan ragu, nanti gak mudik, dunk
@Bayumukti: mudah-mudahan kesampaian, Mas.
@Ecko: Saya Ingin ke Jambi naek pesawat, kalau diajak Mas Ecko.
@Indonesiamenulis: Sandal bukan alat transportasi, tapi pijat refleksi
@Rusa: ya ya ya…., ada akibat karena ada sebab
@Bocahiseng: mestinya saya juga demikian, Mas.
@harianku: jangan lupa berdoa sebelum naek pesawat
@Tongkonan+Hawee: setuju saja, Saya
@al-sabaliny: sambil naik pesawat sambil Yasinan
@Marsudiyanto: Saya lebih kulino numpak angkutan pedesaan, Pak. Jeglag-jeglug jalannya berlubang-lubang seperti empang…