Learn To Earn Is The Reason Why I am Blogging
Nurdin M Top Alias Noordin M Top
Bukan Nurdin M Top, melainkan Noordin M Top. Siapa dia? Anak kecilpun sekarang bisa mudah menjawab; gembong teroris paling dicari oleh Densus 88. Sebab poster Nurdin M Top kini sudah masuk ke pelosok desa sementara sebuah stasiun televisi swasta “tidak pernah” berhenti mengulang-ulang dan mengulang-ulang pemberitaan investaigatif plus visualisasi penggerebekan di Beji Kedu Temanggung terhadap teroris yang diduga Noordin M Top.
Ada efek memorial dalam otak yang terakumulasi sehingga terbuka kemungkinan bahwa penonton atau pemirsa TV akan cenderung menyukai pemberitaan pemberitaan kasus sejenis. Apalagi kasus penggerebekan teroris di Temanggung maupun di Jati Asih Bekasi sampai hari ini belum tuntas dengan efek karambol yang penuh probabilitas alias kemungkinan. 
Mungkin benar bahwa Bom Jati Asih akan dilancarkan untuk menyerang kediaman SBY di Cikeas Bogor, mungkin juga salah jika Bom Jati Asih akan digunakan untuk menyerang Istana Negara pada saat peringatan Detik-detik Proklamasi. Kita tidak terasa sedang dibawa ke “alam dugaan” yang serba menduga-duga. Tidak salah kemudian jika dari sejak awal penggerebekan sampai dengan yang diduga Nurdin M Top menjadi mayat itu, bahkan sampai posting ini diupload, saya ikut menduga-duga, jangan-jangan mayat tersebut bukan mayat-jenazah Noordin M Top.
Berdasarkan beberapa referensi terakhir yang saya baca di beberapa situs seberita, mayat yang semula 95% diduga Nurdin M Top, kini hampir seratus persen meleset; bahwa mayat teroris tersebut bukan Noordin M Top, sementara pengumuman dari Mabes Polri terkait hasil uji dan tes DNA keluarga Nurdin M Top, baru dilaksanakan Rabu 12 Agustus 2009 hari ini. Itu mayat atau jenazah Nurdin M Top atau bukan Noordin M Top, sudah ada yang menangani. Kita tunggu saja pengumuman resminya.
Tulisan ini hanya sedikit curahan pikiran dan refleksi atas kasus teror, teroris dan terorisme yang sedemikian massif diberitakan ahir-ahir ini. Lepas maupun terkait bahwa pemberitaan ala media massa baik cetak maupun elektronik penuh dengan nuansa dugaan dan pemelintiran; yang jelas masyarakat sekarang sudah terkena imbas dari wabah terorisme secara lebih luas.
Masyarakat sekarang ini lebih akrab dengan isu-isu sensitif teror, teroris dan terorisme. Masyarakat rupanya sangat ingin agar Nurdin M Top a.k.a Noordin M Top berserta jaringan terorisme nya segera terungkap dan tertangkap. Sebuah tuntutan yang sangat wajar dalam situasi dan kondisi yang chaos, jauh dari rasa aman dan teror batin yang semakin mendalam.
Densus 88 Anti teror sudah bekerja. Mereka bukan robot juga bukan malaikat. Bisa salah bisa keliru dan itu lazim alias lumrah. Tidak pada tempat nya untuk mempersalahkan jika kinerjanya masih banyak kekurangan. Mengapa? Profesionalisme Densus 88 Anti Teror, Profesionalisme Badan Inteligen Negara (BIN) sedang diuji, vis a vis alias berhadapan dengan profesionalisme jaringan teroris Nurdin M Top.
Bahwa kinerja densus 88 selangkah lebih maju, harus diiyakan. Bahwa kinerja BIN juga selangkah lebih maju, juga kita akui saja. Beberapa orang yang “diduga” terkait jaringan terorisme sedikit demi sedikit terbongkar. Tidak sedikit pula mereka yang merasa bagian dari jaringan teroris tersebut, kabur dari rumah tanpa alasan.
Dan masyarakatpun terpana, kaget, tidak menduga, tidak membayangkan sebelumnya bahwa tetangganya itu ternyata adalah bagian dari jaringan terorisme. Tidak sedikit para orang tua yang sangat terpukul karena ternyata anaknya masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan disebut-sebut dan diduga terkait jaringan teroris.
Kita berharap, jaringan teroris yang melitlit rasa aman bangsa Indonesia akan segera terkuak sampai ke akar-akaranya. Kita patut waspada terhadap pola-pola rekrutmen anggota teroris yang sering tidak disadari dan tidak diketahui. Tahu2 sudah menjadi mayat seperti Dani Dwi Permana, seorang remaja yang diduga kuat pelaku Bom Bunuh Dir Hotel JW Marriott.
Ya, kalangan remaja kini sudah menjadi bagian dari incaran rekrutmen jaringan teroris. Mengapa? Karena usia remaja masih potensial untuk dipola dan dibentuk menjadi teroris sekaligus menjadi pelaku bom bunuh diri. Ini antara lain strategi jaringan teroris di bawah komando Nurdin M Top.
Lantas Siapa Mayat yang diduga Nurdin M Top Itu? Ternyata Ibrohim alias Boim, Florist di Hotel JW Marriot yang direkrut dan bergabung dengan jaringan terorisme Noordin M Top dan siap menjadi Pengantin Bom Bunuh Diri.
Related posts:
- Foto Wajah Teroris Noordin M Top
- Menolak Pemakaman Mayat Atau Jenazah Teroris Di Kampung Halaman
- Cilacap Yang Terkoyak
- Teroris Tertangkap Di Cilacap
- Terorisme: Indonesia, Australia dan Amerika Serikat
- Bom JW Marriott Dan Ritz Carlton
- Fenomena Bom Bunuh Diri
- Dari Blog Ke Media Massa
- Objek Wisata Pantai Indah Widara Payung Cilacap
- Adakah Kebangkitan Islam Itu? (Refleksi Tahun Baru 1430 H)
| This entry was posted by Munawar AM on August 12, 2009 at 7:51 AM, and is filed under Opini Saya. Follow any responses to this post through RSS 2.0. You can leave a response or trackback from your own site. |




about 7 months ago
Mayat itu ternyata Ibrohim ya Pak…semoga mengakhiri kontroversi di media massa. I send a trackback to you Sir…
about 7 months ago
ah, polisi asal tembak sih…. hehe… akhirnya salah deh
about 7 months ago
Mungkin benar bahwa Bom Jati Asih akan dilancarkan untuk menyerang kediaman SBY di Cikeas Bogor, mungkin juga salah jika Bom Jati Asih akan digunakan untuk menyerang Istana Negara pada saat peringatan Detik-detik Proklamasi.
=========
menurut saya, dugaan seperti itu adalah salah besar
karena menurut saya Noordin itu bukan penjahat, bukan juga musuh presiden, tapi dia tidak suka hal yg berhubungan dengan Amerika tempat2 yg dibom adalah tempat yg berhubungan dengan Amerika.
—————
@Rusabawean: ya… mudah-mudahan anda benar.
about 7 months ago
Weleh…
Lha Kang Nawar kok nulisnya juga campur2…
Ada yg Nurdin, ada pula yg Noordin. Saya jadi bingung.
Apa Nama Nurdin atau Noordin juga ikut2an dipermak kayak wajahnya kok juga berubah2…
————–
@Pak Mar: he he he….. otakatik gathuk, Pak.
about 7 months ago
ternyata mimpi buruk bangsa ini belum berakhir kangnawar…semoga sang teroris yg paling di cari tersebut bisa segera di tangkap hidup atau mati
about 5 months ago
yeeehhhhh….
sekaranng udah mati……