Learn To Earn Is The Reason Why I am Blogging
Merdeka Atau Mati
Sekedar artikel menyambut kemerdekaan yang cukup pendek. Merdeka Atau Mati memiliki kesamaan pesan dan makna dengan Hidup Mulia Atau Mati Sahid. Kesamaan dalam pengertian sebagai sebuah pekik, yel-yel, common guidance, slogan kejuangan, perjuangan dan pertahanan karena memang ada yang diperjuangkan dan dipertahankan. Keduanya juga memiliki kesamaan pesan dan makna dengan peribahasa Lebih Baik Mati Berkalang Tanah Daripada Hidup Bercermin Bangkai.
Sejarah perjuangan para pendahulu kita dalam merebut kemerdekaan lekat sekali dengan slogan Merdeka Atau Mati. Ini merupakan sebuah pilihan yang rasional, emosional, sekaligus eksak atau pasti karena tidak ada pilihan ke tiga di antar
a keduanya. Tapi keduanya juga merupakan satu kesatuan yang tidak bisa ditawar, karena sifatnya yang eksak: maka makna lain dari merdeka atau mati juga berarti harus berani memilih mati demi meraih kemerdekaan; lebih baik menempuh cara melawan dengan resiko kematian daripada hidup di bawah ketiak kaum penjajah.
Pekik merdeka atau mati sudah dilalui. Namun semangat merdeka atau mati mestinya harus digelorakan menjadi ruh landasan hidup di bumi nusantara yang sudah merdeka 64 tahun yang lalu. Paling tidak bagi generasi muda seperti kita yang tidak ikut meneriakkan yel-yel merdeka atau mati di medan pertempuran, menggantinya dengan penciptaan dan pencapaian-pencapaian prestasi demi prestasi sesuai kemampuan dan profesinya.
Bagaimana dengan Hidup Mulia Atau Mati Sahid, “isy kariiman au mut syahiidan. Ini juga merupakan pilihan hidup dan mati cara Islam dalam mempertahankan Aiqah Islam. Ini bukan sekedar sticker yang ditempel di pintu kamar generasi muda muslim. Slogan ini merupakan yel-yel pekik perjuangan dilakukan oleh pejuang Islam pada masanya, bukan oleh teroris yang mengatasnamakan perjuangan Islam.
Hampir setiap muslim tentu ingin hidup mulia, baik di hadapan sesama manusia maupun di hadapan Tuhan. Dan sesungguhnya, orang yang paling mulia di antara kamu di hadapan Tuhan adalah orang yang paling bertakwa di antara kalian. Di sini, ukuran kemuliaan hidup tidak diukur dengan harta benda, jabatan, pangkat, kehormatan, melainkan dengan derajat ketakwaan, sungguhpun di akhir hidupnya tidak tergolong mati sahid. Mengapa?
Tidak semua muslim berkesempatan untuk mati sahid dan menjadi suhada, apalagi dengan kesyahidan yang penuh dengan kekerasan. Kalaupun tidak mati sahid, setidaknya hampir semua mulsim selalu berdoa untuk Khusnul Khotimah di ahir hidupnya. Saya tidak hendak bepolemik tentang kriteria dan siapa yang tergolong mati sahid, karena itu di luar kemampuan Saya.
Bagi saya, tidak mati sahid juga tidak apa-apa. Ini sebuah pilihan, karenanya saya boleh memilih. Kalau Tuhan memberi kesempatan untuk hidup mulia dan mati husnul hotimah saja, sudah puji syukur alhamdulillah. Jadi tidak harus mati sahid, bukan?
Kalau pekik merdeka atau mati sebangun dengan hidup mulia atau mati sahid, maka pendapat saya sederhana saja. Ketika itu menjadi sebuah pilihan di era kemerdekaan seperti sekarang ini; maka memilih hidup mulia di alam kemerdekaan dan berharap mati husnul hotimah membawa iman dan islam juga merupakan pilihan hidup-mati.
Bagaimana dengan Lebih Baik Mati Berkalang Tanah Daripada Hidup Bercermin Bangkai? Silakan opininya dituangkan di kolom komentar.
Incoming search terms for the article:| This entry was posted by Munawar AM on August 15, 2009 at 12:15 AM, and is filed under Opini Saya. Follow any responses to this post through RSS 2.0. You can leave a response or trackback from your own site. |

about 1 year ago
MERDEKA…
about 1 year ago
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaank
I Love U fulllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllll
Merdekaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa !!!
about 1 year ago
Kiasan lengkapnya kira2 begini….. “Daripada hidup bercermin bangkai, lebih baik mati berkalang tanah (daripada hidup berlumur tahi, lebih baik mati bertimbun bunga): daripada hidup menanggung malu, lebih baik mati. ” Cerminan kesatria banget… jaman sekarang jarang ditemukan kang.
about 1 year ago
setuju kang, kalau semua muslim memang mendambakan akhir hidupnya dalam keadaan khusnul khotimah. itulah do’a yang sering kami panjatkan.
hidup mulia sebagai muslim sejati atau mati sebagai syuhada.
MERDEKA….. JANGAN MAU DI JAJAH LAGI, WALAUPUN SAAT INI BANGSA INI MASIH DI JAJAH SECARA EKONOMI SETIDAKNYA KITA MASIH BISA MENGATAKAN MERDEKA SEBAGAI BANGSA YANG BERDAULAT.
about 1 year ago
mending merdeka daripada mati
about 1 year ago
mereka………..ehh merdeka
about 1 year ago
Mari bersatu untuk Indonesia yang lebih baik
about 1 year ago
Syahid itu wajib hukumnya selama hayat masih dikandung badan. Terl;ebih dalam kondisi di mana Islam belum menjadi dasar pijakan kehidupan manusia (way of life) yang dituangkan dalam bentuk aturan-aturan formil kenegaraan. Hanya saja, caranya mestilah baik. Jihad adalah satu hal, dan melakukannya adalah hal lain. Jihad baik, tapi kalau cara menempuhnya tdak baik tentu tidak akan bisa disebut sebagai jihad. Para jihadah seharusnya mengingat pula ketentuan lain mengenai jihad, yakni harus dengan etika berperang yang telah dicontohkan Rosulullah SAW.
BTW, koq gak jadi datang, Kang? Saya tunggu2 je. ^_^
about 1 year ago
lebih baik hidup dan berguna buat orang lain ketimbang mati demi dirinya sendiri
about 1 year ago
Sekali Merdeka tetap merdeka… tetap mendukung Indonesia Menjadi Lebih baik..
about 1 year ago
Semoga hidup mulia dan menjadi syahid akherat.
about 1 year ago
Untuk mencapai hidup mulia mati syahid harus mempunyai mental yang hebat
about 1 year ago
i love u full indonesia…merdeka.
about 1 year ago
Kalau sekarang saya lebih memilih Merdeka Kang nawar…
Merdeka dalam arti yang sesungguhnya. Merdeka lahiriyan dan batiniyah.
about 1 year ago
Hmmmm, yang penting bukan mati bom bunuh diri kayak teroris itu….
Huhuhu….
Udah salah artikan agama lagi….
Merdeka..!!!!
Dirgahayu RI ke – 64….
Btw, salam kenal
about 1 year ago
Merdeka Bung !!!!!!!!!!!!
about 1 year ago
lebih baik hidup damai tentram dan bahagia.
about 1 year ago
@ Buat Semuanya:
Terima kasih sudah memberikan komentarnya. Komentar2 yang ada memmperluas sudut pandang posting di atas. Alhamdulillah, peringatan kemerdekaan RI ke 64 sudah dilalui. Era Merdeka atau mati juga mungkin sudah lewat. Kini semangat kemerdekaan perlu terus dipupuk untuk menggapai HIDUP MULIA DI ALAM KEMERDEKAAN.