Learn To Earn Is The Reason Why I am Blogging
Menolak Pemakaman Mayat Atau Jenazah Teroris Di Kampung Halaman
Melalui posting ini, Saya tidak dalam kapasitas untuk ingin menjelaskan tata cara merawat mayat atau jenazah. Saya hanya ingin melihat dari sisi lain fenomena sebagian masyarakat kita yang berusaha ramai-ramai sampai demo untuk menolak pemakaman mayat atau jenazah teroris, pelaku teror di kampung halaman dari mana pelaku tindakan terorisme itu berasal. Ini fenomena apa? Ini adalah fenomena ketidakmampuan masyarakat dalam melawan teror, teroris dan terorisme. Ya, hanya itu yang mungkin bisa mereka lakukan untuk mengatakan TIDAK pada aksi-aksi terorisme.
Penolakan ini muncrat karena memori masyarakat tentang penolakan dan perlawanan terhadap aksi teror tersebut sudah mengendap sedemikian rupa. Untuk apa, untuk suatu tujuan, seperti: hidup dan kehidupan di masyarakat kita yang jauh lebih aman, tenteram dan damai. Cukup sederhana, tanpa muluk-muluk. Dengan tujuan itu, mungkin judul di atas perlu dirampingkan menjadi “Menolak Terorisme”, sebagai realisasi dari Penerapan Sanksi Hukum Sosial yang berlaku di masyarakat.
Perburuan orang-orang yang diduga masuk dalam jejaring Noordin M Top memang telah menimbulkan ketegangan-ketegangan tersendiri di tengah masyarakat. Ada harmoni yang terusik, ada sikap geregetan yang berkembang ketika warga negara asing itu dengan caranya sendiri melakukan perekrutan-perekrutan anggota jaringannya. Tindakan-tindakan mereka — lewat sejumlah aksi pengeboman dan aksi-aksi bom bunuh diri—, bagaimanapun telah menciptakan stigma yang kurang mengenakkan bagi umat Islam secara keseluruhan.
Boleh jadi, masyarakat akan kecewa ketika tuntutan penolakannya itu tidak dikabulkan dalam pengertian jenazah tetap dimakamkan di kampung halamannya. Tapi, ini juga preseden yang tidak baik ketika dibiarkan berlarut-larut tanpa ada kompromi untuk mencari solusi, dari sudut pandang yang lebih adil dan memihak antara kepentingan masyarakat dengan kepentingan keluarga si jenazah.
Jangan kemudian masalah ini menumbuhkan masalah baru. Bahkan ketika masyarakat harus mengalah misalnya, mereka sudah menunjukkan sikap penolakan dan penentangannya terhadap aksi terorisme. Karena inilah intinya, menurut Saya. Kalau hanya gerah dan risih dengan stigma kampung halamannya sebagai sarang teroris, bisa ditunjukkan dengan sikap-sikap lain yang lebih elegan dengan aksi tanpa kekerasan. Di sini, saya juga tidak dalam kapasitas mendukung mereka yang menerima pemakaman mayat teroris di kampung halamannya.
Ini dilematis memang, tapi bukannya tanpa solusi, bukan? Gus Mus pernah berpendapat: “Hakim bisa saja membebaskan koruptor. Tapi, rakyat bisa menghukumnya lewat fatwa ulama. Kalau masih lolos, maka hukum Allah SWT tetap akan menjeratnya”. Coba kita ganti sejenak, qiyas-kan kata koruptor dengan kata teroris. Untuk kata teroris, rakyat atau masyarakat sudah menjatuhkan hukuman sosial nya dengan menolak pemakaman jenazah teroris di kampung halamannya. Sementara Majelis Ulama (MUI) sendiri sedang diminta untuk terbitkan fatwa jenasah teoris.
Ah….. masih belum tuntas juga rupanya. Sebagai bagian dari prosesi merawat jenazah yang hukumnya fardhu kifayah, memakamkan jenazah merupakan prosesi akhir setelah terlebih dahulu memandikan, mengkafani dan menshalati jenazah. Dan kewajiban tersebut ternyata masih tertunda juga. Mudah-mudahan kita semua, kelak, dalam keadaan mati khusnul khotimah dan tetangga-tetangga kita yang merawat jenazah kita, bisa menunaikan fardhu kifayah nya dengan segera.
Related posts:
- Menjemput Jenazah Umi Asrifah
- Foto Wajah Teroris Noordin M Top
- Teroris Tertangkap Di Cilacap
- Terorisme: Indonesia, Australia dan Amerika Serikat
- Nurdin M Top Alias Noordin M Top
- Cilacap Yang Terkoyak
- Bupati Menolak Silaturahmi Idul Fitri Wakil Bupati
- Merdeka Atau Mati
- Light ON Atau Kamu Ku Tilang
- Networking Widget, Dipasang Atau Dibuang?
| This entry was posted by Munawar AM on September 29, 2009 at 6:43 AM, and is filed under Opini Saya. Follow any responses to this post through RSS 2.0. You can leave a response or trackback from your own site. |




about 5 months ago
Amin…..
Harapan Kang Nawar adalah harapan kita semua.
about 5 months ago
HADIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIRRRRRRRRRRRRRR..
Menyapa sahabatku chayank..
MAAF..
Baru jalan jalan dan keliling lagi..
salam sayang
about 5 months ago
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang
‘tuk Sahabat Sahabatkuku terchayaaaaaaaank
I Love U fuuullllllllllllllllllllll
about 5 months ago
Sebulan sudah kita jalani Ramadhan bersama
Malam penghujung hari yang indah ini
Genderang Perang sudah di tabuh.
Pekik Kemenangan dikumandangkan
Alunan Nada Pengagungan dinyanyikan
Suara Riang Gembira berkeliling kota
Ramadhan dengan segala perniknya telah kita lewati bersama
“Demi Masa sesungguhnya manusia itu merugi”
Mudah mudahan Jerit kemenangan ada dalam diri kita semua
Sebab tiadalah semua ini kecuali kembali kepada Fitrah Diri
Mari bersama kita saling mensucikan diri menuju Illahi Robby
Membersihkan diri melangkah menemukan diri sebenar diri
Mulai menghampiri DIA tulus ikhlas karena CINTA
Meraih keselarasan diri dalam Ketenangan Jiwa
Bebenah dan jadikan momentum kemenangan ini
Menjadi Manusia seutuhnya meliputi lahir bathin
Dahulu datang putih suci bersih
Mudah mudahan kembali suci putih bersih
Tiada kata yang terungkap lagi
Mari kita bersama menyambut hari yang FITRI
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H
Taqoba lallahu minnaa wa minkum
Shiyamanaa wa shiyamakum
Minal ‘aidin wal faizin
Mohon maaf lahir dan batin
Dari :
” Kang Boed Sekeluarga “
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang
‘tuk Sahabat Sahabatkuku terchayaaaaaaaank
I Love U fuuulllllllllllllllllllllllllllll
about 5 months ago
mudah mudahan semangat lebaran.. semangat persahabatan dalam CINTA dan KASIH SAYANG terus melekat.. dan bertumbuh
salam sayang untukmu
about 5 months ago
Amin.
about 5 months ago
karena kekesalan warga kepada teroris tersebut,tapi harusnya biarkan sajah dimakamkan
about 5 months ago
Lam knal kang..
—————-
@Maharif: iya, terima kasih, salam kenal juga yahh…!!
about 5 months ago
memang sungguh dilema kang ……..?? kaya lagunya ungu aja
about 5 months ago
cukup membingungkan mas..
sangat dilematis mengingat warga asli yang ditolak tetangganya sendiri..
about 5 months ago
alhamdulillah kang, makasih banyak atas supportnya
insyaAllah dukungan ini bernilai ibadah.
linknya kang Nawar dah tak add d blogroll ku dan tunggu aja sundulanku d postingan…
sukses slalu kang, blog ini akan kumasukin daftar kunjungan prioritas….heheh
about 5 months ago
Kasihan juga ya almarhum. Dia menjadi teroris mungkin karena terpaksa atau akibat kedunguannya.
Masyarakat setempat tentu masih emosional dan ndongkol banget ama almarhum yang dianggap menodai kampung mereka.
Semoga didapat jalan terbaik untuk semua pihak, bagaimanapun jenasah harus segera di kuburkan agar segera mendapatkan balasannya.
Salam hangat dari Surabaya
about 5 months ago
Kasihan teroris itu. Sudahlah amalannya belum tentu sesuai sunnah, eh, matipun ditolak jenasahnya. Kalau saya pribadi sih, kenapa kita mendzolimi jenasah dengan menolak memakamkannya? Bukankah dia sudah mati? Tapi ya memang tidak bisa disalahkan juga sih sikap masayarakat yang menolak itu. Serba salah memang ya?
about 5 months ago
menurut saya kang, sebenarnya malah pemakaman itu bisa menjadi suatu peringatan bagi kampung tempat jenazah teroris itu dimakamkan agar masyarakatnya tersebut bisa muasabah diri dari hal2 seperti itu, bukannya malah berbondong-bondong untuk melakukan demo penolakan. menurut saya itu malah pemikiran yg dangkal.
————————
@Kodil: mungkin juga bahwa mereka itu spontan saja, belum lagi dugaan ada yang ngompori; saya masih pada prinsip awal bahwa mereka memiliki cara lain untuk menolak terorisme
about 5 months ago
wahai kawan semua,tahukah anda siapa yg demo menolak jenasah?yg tidak pernah diberitakn?.mereka adalh preman yg dibayar untk demo.siapa yg bayar?polisi..demo menolak jenasah adalah rekayasa polisi..nggak percaya cek aja ke karangreja purbalingga
about 5 months ago
kami tahu betapa sakit hati kita kalau kita tak berbuat,nah kika kami boleh komentar saya tidak tahu kata jihad apakah perang atau apa jika berperang itu boleh saja misalnya membela negara,memerangi hawa nafsu nah ini yang utama bukan membela agama jika percaya agama itu benar kenapa dibela sudah dibela oleh kebenaranya yang patut dibela dalam hidup ini kemiskinan, kenapa saya kurang misalnya, kebodohan kenapa kita bodoh,tak ada lapangan kerja kenapa ya kan begitu tidak mengurus orang lain dengan dogma yang keliru sebagai acuan hidup kan salah itu,menganggap paling benar yang lain keliru ……..
about 5 months ago
makasih kang infonya
about 5 months ago
Indonesia UNITE…