Umi Asrifah, TKI asal Tritih Kulon Cilacap Jawa Tengah meninggal dunia di Singapura. Dalam keterangan resmi disebutkan cause of death-nya adalah Complete Injury; terjemahannya kurang lebih “mengalami luka di sekujur tubuh” karena kecelakaan. Bersama LKBH-NU Cilacap, perjalanan Menjemput Jenazah Umi Asrifah ke Bandara Ahmad Yani Semarang cukup menghadirkan pengalaman empirik yang mengharukan. Ini merupakan pengalaman yang Saya kira patut di-share dengan Sahabat Blogger semua: mendampingi keluarga korban TKI yang meninggal di Singapura.

Mengurus pemulangan jenazah Umi Asrifah ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Karena harus menempuh jalur birokrasi yang cukup rumit,  komunikasi yang nyaris  tidak berhenti dengan pihak PJTKI dan karena ini adalah persoalan lintas negara. Alhamdulillah, setelah melakukan negosiasi yang cukup alot, akhirnya Kami dari LKBHNU Cilacap bersama keluarga yang ikut menjemput, berhasil membawa pulang jenazah Umi Asrifah, yang disambut tangis histeris seluruh anggota keluarga setelah membuka peti jenazah dan melihat secara langsung kondisi tubuh jenazah yang sudah diotopsi.

Kisah pilu TKI/TKW kita di luar negeri seperti tak pernah berhenti. Dan kita memang kadang tidak tahu persis apa yang sebenarnya menjadi penyebab kematian TKI di luar negeri. Kenyataan pahit harus diterima oleh keluarga korban. Masih beruntung jika korban mendapatkan perlakuan sebagaimana mestinya dari piha-pihak terkait, terutama dari PJTKI (Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia) yang memberangkatkannya dan kooperatif dalam pengurusan dokumen-dokumen yang diperlukan.

Meski demikian, kematian TKI/TKW di luar negeri tetap saja menyimpan misteri yang kadang sulit terungkap, terutama jika penyebab kematiannya “sengaja” dirahasiakan. Keluarga Umi Asrifah sendiri masih menunggu hasil visum dan otopsi yang lebih lengkap dari pihak yang berwenang dalam hal ini Kepolisian Singapura. Ini pula yang menjadi bagian dari advokasi LKBHNU dalam upaya membantu meringankan beban keluarga korban yang sudah mengihlaskan kepergian Umi Asrifah untuk selama-lamanya.

Saya masih ikut merasakan betapa histeria keluarga korban yang kebetulan satu mobil dengan Saya dari Cilacap~Semarang pulang pergi. Beberapa media massa hari ini banyak yang menyoroti kasus kematian Umi Asrifah ini. Mudah-mudahan bisa membuka mata para stake holder yang membidangi persoalan tenaga kerja Indonesia. Demikian posting hari ini. Sahabat Blogger, anda memiliki pengalaman semacam ini?

Incoming search terms for the article: