Learn To Earn Is The Reason Why I am Blogging
Lulus Ujian, Lalu Apa?
Pengumuman Ujian Nasional dan Hasil Ujian Kenaikan Kelas menjadi hal yang sangat ditunggu-tunggu oleh semua pihak terkait; murid, guru, kepala sekolah, orang tua murid dan pemerintah. Setiap murid tentu ingin naik kelas dan lulus ujian, juga orang tua mereka. Guru dan kepala sekolah juga demikian karena menyangkut citra lembaga pendidikan milik mereka. Pemerintah juga demikian karena ini menyangkut banyak hal terkait carut-marut dunia pendidikan.
Hari ini saya bangga, sedih, sekaligus prihatin. Bangga karena Anak Pertama Saya naik ke kelas 3, meski Page Rank-nya hanya ada di 10 besar. Saya Sedih karena anak tetangga Saya tidak lulus ujian Sekolah Dasar. Orang tua mana yang tidak shock melihat dan mendengar anaknya tidak lulus ujian? Saya ikut merasakan bagaimana yang mereka rasakan saat ini, namun tidak mampu berbuat apa-apa kecuali menghibur dan memberi suport moral.
Di antara perasaan bangga dan sedih, hari ini Saya juga prihatin sebab beberapa kali mendengar deru knalpot yang silih berganti melewati jalan depan rumah saya; pawai kendaraan bermotor pasca kelulusan. Ada yang berboncengan 2 orang, ada yang 3 orang; semua tidak pakai helm karena ingin menunjukkan rambutnya yang dicat warnai-warni; bajunya juga dicat warna-warni. Entah siapa yang memulai aksi corat-coret pasca kelulusan; singat saya, fenomena ini sudah ada sejak zamannya saya lulus ujian SMP dulu dan masih dipertahankan. Aksi corat-coret ini rupayanya sudah mentradisi, menjadi budaya dan menjadi semacam ritual pasca kelulusan.
Setelah lulus ujian, lalu apa? Melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi; berhenti bersekolah karena berbagai alasan; memasuki dunia kerja tanpa berbekal ketrampilan dan pengetahuan yang cukup; memasuki perguruan tinggi dengan bayangan biaya kuliah yang semakin mahal. Semua merupakan pilihan bagi masing-masing individu di tengah himpitan kehidupan ekonomi yang memaksa pengeluaran dengan biaya tinggi.
Related posts:
- Tiada Hari Tanpa Kekerasan Di Sekolah
- Mengamankan Blog Belajar Dari Kesalahan Masa Lalu
- Mengajak Anak Berpuasa
- Setiap Orang Memiliki Kemampuan Menulis
- Pulau Penjara Pasca Eksekusi; Lengang dan Sepi
- Hari Tanpa TV
- 5 Alasan Mengapa Saya Membuat Blog
- Orang Miskin Dilarang Mengemis
- 101 Tahun Kebangkitan Nasional
- Bom JW Marriott Dan Ritz Carlton
| This entry was posted by Munawar AM on June 20, 2009 at 4:16 PM, and is filed under Opini Saya. Follow any responses to this post through RSS 2.0. You can leave a response or trackback from your own site. |




about 8 months ago
hmm, kelulusan memang ibarat pisau bermata dua, membahagiakan juga menggelisahkan. bahagia karena selesai menempuh jenjang pendidikan itu, gelisah karena bingung menentukan langkah selanjutnya. tapi bagaimanapun tetap musti disyukuri
about 8 months ago
selamat mas atas kenaikan kelas putranya. PR 10 itu dah keren bgt. yahoo aja cuman PR 9 loh heheh
about 8 months ago
@Rusa: seperti Rusa-nya, dikarantina beneran,
@Prof: Emang Ujian Disertasi-thesis dan skripsinya sudah selesai?
@FeryPrima: terima kasih, terima kasih
@Erwine: KOMENTATOR TERMUDA DI BLOG INI….?
@Haris: terima kasih, semoga ke depannya tetapo semangat dalam bermain dan belajar (karena masih kecil, kalau belajar terus ya kasihan…, perlu permainan layaknya anak-anak lain)
@Pak Mar: kalau banyak iklannya, text maupun banner dan assesoris lainnya, tentu menambah berat, Pak. Atau justeru karena koneksi internet Pak Mar yang sudah 3gb/second…?
@Zalukhu: ujianku setiap hari, Bang. Diuji anak-isteri biar tetap sabar
@Iskandaria: pernah jadi pelaku, tercatat dalam sejarah.
@Akmal: Justeru karena ada masalah maka ada menteri pendidikan, ya toh…
@mamas86: jangan menjadi pengangguran, menambah beban Capres saja..
@Alfon: yang tidak lulus segera mendaftar paket yang ada, jangan menyerah
@Lagiusil: Ya, mudah-mudahan kita termasuk makhluk yang pandai bersyukur. Namanya kok Usil gitu yaahhhh,
@st_hrat: terima kasih; ebooknya keren-keren,
about 8 months ago
minimal, satu tahap sudah berhasil dilewati
about 8 months ago
insyaALLAH lanjut pendidikan…
amin…
bukan saya lhoo, yang lewat, hihihi :p
about 1 month ago
Jadi inget, dulu waktu ‘pesta’ kelulusan Pak kepala Sekolah melarang kami mencoret-coret baju seragam. Kata beliau, “Mending disumbangkan ke panti.” Tapi kami nekat. Eh, sekarang kok sebel ya lihat anak sekolah lulus terus corat-coret.