Learn To Earn Is The Reason Why I am Blogging
Imlek dan Asimilasi Budaya Tionghoa di Indonesia
Sudah banyak posting tentang Imlek, Tahun Baru Warga Tionghoa, atau Chinese New Year, tapi saya mencoba menuliskannya di blog ini, dengan sudut pandang asimilasi budaya Tionghoa di Indonesia. Saya lebih enjoy menggunakan kata Tionghoa dari pada kata Cina, rasanya lebih populis, humanis dan tidak diskriminatif. Saya memulainya dari statement berikut ini : setelah rezim Orde Baru tumbang, Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) waktu itu mencabut Inpres No.14 tahun 1967. Kita tahu bahwa Inpres tersebut adalah tembok yang sangat tebal bagi warga Tionghoa untuk hidup, mencari penghidupan, dan mengekpresikan tradisi, budaya dan agama Konghucu di Indonesia. Bagaimana tidak, untuk menggunakan nama dan bahasa asli dilarang pada saat itu.
Pencabutan Inpres tersebut kemudian menjadi angin segar bagi warga Tionghoa di Indonesia, contoh: merayakan Imlek secara lebih terbuka. Inpres tersebut memang sempat membelenggu mereka. Mengapa? Karena warga Tionghoa dengan kekayaan tradisi dan budayanya, harus tunduk pada Inpres tersebut selama kurang lebih tiga dasawarsa yang berakibat pada terbangunnya stigma negatif di satu sisi, dan kemandegan proses asimilasi budaya (asli) warga Tionghoa ke bumi pertiwi termasuk dalam hal kepemelukan agama yang mengalami polarisasi cukup luas.
Stigma negatif dalam masyarakat ikut dibangun oleh mesin birokrasi selama pemerintah Orde Baru. Harus diakui, stigma tersebut hingga kinipun masih berlangsung, khususnya ketika berbicara masalah perkembangan ekonomi. Entah sampai kapan. Kemudian, selama pemberlakuakn Inpres tersebut, tidak sedikit warga Tionghoa yang kepemelukan agamanya “keluar” dari tradisi asli Konfusianisme, sebab pada saat itu agama Konghucu tidak diakui sebagai agama yang dilegitimasi oleh negara.
Mereka kemudian menyebar untuk memeluk agama Budha, Kristen, Katolik, Islam, dan sebagian masih bertahan dengan memeluk agama Konghucu seperti mereka yang tergabung dalam Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (MATAKIN). Namun, mereka yang sudah tidak memeluk agama selain Konghucu-pun masih menghayati tradisi dan budaya dalam perayaan Tahun Baru Imlek dengan segala pernaik-perniknya, seperti Barongsai, Liong-Liong dan berbagi Angpao dan perayaan perayaan lain seperti Cap Go Meh.
Ini yang bagi saya sangat menarik; karena harus diakui bahwa salah satu kekuatan mereka adalah dalam hal menjunjung tinggi tradisi dan budaya serta kekerabatan di manapun mereka berada. Inipula yang menurut saya harus diekplorasi oleh mereka sendiri dalam rangka asimilasi budaya; pembauran dan keharusan menjujung tinggi konstitusi NKRI.
Sebaliknya, bagi warga kebanyakan bangsa ini di luar warga Tionghoa, ikut membuka diri dalam ruang publik dialog menjadi kunci untuk masa depan Indonesia yang plural secara budaya dan agama. Ini barangkali salah satu harta kekayaan bangsa yang harus dipelihara untuk kepentingan masa depan Indonesia.
Demikian opini Saya ini. Selamat Tahun Baru Imlek 2560. Gong Xi Fa Cai (Gung Hay Fat Choy). Mau dooongng diberi Angpao. Silakan “Angpao”-nya dimasukkan ke dalam kolom komentar…..
Incoming search terms for the article:| This entry was posted by Munawar AM on January 24, 2009 at 9:02 PM, and is filed under Opini Saya. Follow any responses to this post through RSS 2.0. You can leave a response or trackback from your own site. |
No trackbacks yet.
Impeachment Presiden
about 5 months ago - 12 comments
Kawan Saya belum lama ini baru menulis sebuah buku berjudul Impeachment Presiden. Buku tersebut diterbitkan persis ketika system ketatanegaraan Indonesia sedang mengalami disharmoni syndrome yang mencuat dalam wacana impeachment atau pemakzulan presiden terkait kasus Bank Century. Buku setebal 160 halaman tersebut dikasihkan ke Saya untuk direview di blog ini. Karena Saya tidak mahir mreview atau
Nyepi, Ahimsa dan Gandhi
about 5 months ago - 11 comments
Bagi para pengikut dan pengagumnya, Mahatma Gandi atau nama lengkapnya Mohandas Karamchand Gandhi (1869-1946) dianggap sebagai “Nabi” paham pantang-kekerasan yang dikenal dengan Ahimsa. Kita boleh saja tidak sepakat dengan predikat tersebut, hanya memang antara Gandhi dengan ajaran ahimsa nya memang ibarat dua sisi mata uang yang saling berkaitan.. Gandhi adalah prototype manusia yang religius dan
Terorisme: Indonesia, Australia dan Amerika Serikat
about 5 months ago - 13 comments
Aksi-aksi teror, teroris dan terorisme antara Indonesia, Australia dan Amerika Serikat, jelas ada kaitan erat. Mari kita lihat kasus penggerebekan teroris di Aceh Naggroe Darussalam dan penembakan Dulmatin hingga tewas bersama dua pengawalnya –satu di antaranya menyamar sebagai perempuan bercadar– di dalamnya ada sedikitnya 3 faktor penentu yang mengiringinya dengan kejadian peristiwa yang hampir bersamaan,
Ini Bencana Alam Atau Pembunuhan Massal?
about 6 months ago - 13 comments
Sudah lama Saya menyimpan artikel tentang bencana alam ini di dalam draft , namun baru kali ini dipublish. Meski harus diakui bahwa ini merupakan content repost, setidaknya bisa menjadi bahan permenungan kita bersama. Mengapa? Ini karena orang lain melihat sisi dari fakta bencana alam di Indonesia dari sudut pandang yang lain pula. Barangkali saja kita
Pengurangan Risiko Bencana: Pencegahan
about 7 months ago - 12 comments
Setelah mengenali pengertian dan konsep dasar pengurangan risiko bencana, ada baiknya kita mengenali langkah-langkah pengurangan risiko bencana. Secara umum ada 3 langkah pengurangan risiko bencana, yaitu Pecegahan (Prevention), Mitigasi (Mitigation) dan Kesiapsiagaan (Preparadeness). Kita tentu sudah familier dengan ketiga istilah tersebut. Satu yang hendak dikemukakan di sini adalah Pencegahan (yang lainnya menyusul). Salah satu kaidah
The Random Qur’anic Verse Widget
about 8 months ago - 22 comments
Liburan Tahun Baru Islam 1431 Hijriyyah, Saya menyempatkan jalan-jalan ke dashboard dan ternyata menemukan sebuah plug in unik bernama The Random Qur’anic Verse Widget. Sesuai namanya, plugin ini berfungsi untuk menampilkan ayat-ayat al Quran dalam blog [ seperti di sidebar]. Plugin ini memberikan pilihan penampilan Ayat Al Quran secara Harian juga Ayat Al Quran secara
Sedekah Laut: Ritual Budaya Nelayan Cilacap
about 8 months ago - 12 comments
Jangan berprasangka yang tidak baik dulu terhadap istilah Sedekah Laut. Lho, laut kok dikasih sedekah? Sedekah kok buat laut? Mari kita lihat dengan sisi ritual-kulturalnya dulu. Bagi masyarakat nelayan Cilacap, Sedekah Laut merupakan agenda rutin tahunan. Sedekah Laut pasti diselenggarakan pada Hari Jumat Kliwon atau Hari Selasa Kliwon pada bulan Muharram atau bulan Sura. Tergantung
Menyembelih “Kebinatangan” Manusia
about 9 months ago - 16 comments
Hari ini, 27 November 2009, umat Islam di Indonesia merayakan Hari Raya Idul Adha 1430 H. Setelah Shalat Id, dilanjutkan dengan proses penyembelihan hewan qurban. Setelah kita mengetahui tips memilih dan cara menyembelih hewan qurban, ada baiknya kita merenungkan sejenak arti dan makna qurban. Sekedar refleksi singkat, berikut ini opini Saya tentang Arti dan Makna
Tips Memilih Dan Cara Menyembelih Hewan Qurban
about 9 months ago - 9 comments
Beberapa hari lagi, umat Islam di Indonesia akan merayakan Hari Raya Idul Adha, Idul Qurban, ada juga yang menyebut Lebaran Haji. Idul Adha ditandai dengan penyembelihan hewan qurban. Untuk melakukan qurban yang baik, diperlukan beberapa tips memilih dan cara menyembelih hewan qurban. Beberapa di antaranya: Syarat Hewan Qurban Menurut Syariat Islam, Syariat Penyembelihan Hewan Qurban,
Lempeng Bumi
about 9 months ago - 26 comments
Sudah sering disebutkan bahwa wilayah Indonesia terletak di antara 3 lempeng bumi yang aktif, yaitu lempeng Pasifik, lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia. Lempeng aktif artinya lempeng tersebut selalu bergerak dan saling berinteraksi. Lempeng Pasifik bergerak relatif ke Barat, lempeng Indo-Australia relatif ke utara dan lempeng Eurasia bergerak relatif ke tenggara. Dari teori tektonik diketahui, secara

about 1 year ago
Gong Xi.. Gong Xi..
Angpao-nya berupa komentar saja ya, Pak..
hehehehe..
about 1 year ago
Gong Xi Fa Cai
about 1 year ago
Gong XI Fat Cai. Xi Nian Kuai Le.
Selamat Tahun Baru Imlek 2560.
about 1 year ago
mau bagi2 angpao ya Kang ?
about 1 year ago
>Pak Mar : ulasan ngambang kok, Pak.
>Juliach : banyak temen-temen Tionghoa yang se-ide dg Gus Dur
>Narmadi : panas? bisa liat gerhana dunk…
>Benlahmen : terima kasih shraingnya, Bang.
>Thefachia : saya sepakat, memang harus dilestarikan.
>untuk semuanya: angpao-nya dofollow, hemmm…
about 1 year ago
Gong Xi Fat Cai bang, mana angpao bagian casual cutie???
about 1 year ago
memang orang2 tionghoa lebih menghargai nilai2 leluhur mereka, seharusnya kita warga lokal harus mencontoh mereka itu. padahal mereka orang tionghoa itu jauh dari tanah asli mereka ya.
about 1 year ago
Great man did a great job . Well done . I’m waiting your next post. I’ll share this with my friends.
about 11 months ago
Nice comment, gw jg setuju ma posting loe bro… tp masih ada sebagian warga yg tidak suka warga keturunan tionghua tuh. seperti di kota gw, taon baru imlek taon 2009 kemarin dikota gw ga diijini main barongsai dan naga tuh, padahal taon² dulu ga ada masalah, kita jg ga tau kenapa tiba² ada salah satu pihak yg begitu anti tionghua. katanya kalo mau main barongsai/naga harus bayar 1jt-2jt/barongsai. kalo ga ada yg bayar dan ketauan main, biasanya barongsai dan naganya dirusakin tuh, jaat banget deh. padahal petunjukan barongsai dan naga itu , mereka nikmati jg walo mereka mengatakan tidak mau menonton. Munafik banget deh >o<
about 11 months ago
Salam kenal kang. Maaf telat komennya, soalnya barusan nemu pas blogwalking. Saya baca banyak posting kang nawar. Tulisan2 yang bagus, tidak berpihak, dan informatif. Semoga nanti saya bisa nulis sebagus kang nawar. Sebagai warga Tionghoa, saya berterimakasih atas semangat persatuan dalam pluralisme dari anda sekalian. Semoga makin banyak warga negara Indonesia (termasuk warga Tionghoa) yang mengikuti semangat kita. Amien …
——————-
@pusat promosi gratis: terima kasih atas kunjungan dan komentarnya. Salam kenal juga yaahhh, mudah-mudahan saya bisa berkunjung balik.
about 10 months ago
sepihak dengan mr. soerdjak…
hhe…