Posting ini diupload sebagai refleksi saya pribadi yang sampai hari ini, besok dan lusa tidak akan memutuskan untuk berangkat (Jihad?) ke Palestina. Mengapa? Karena saya memang tidak memiliki kemampuan untuk berangkat ke Kota Suci Tiga Agama (Islam, Kristen dan Yahudi) itu, yang hari-hari belakangan ini sedang dirundung duka. Saya memiliki beberapa analisa sebagai berikut;

  1. Persoalan Israel-Palestina adalah merupakan persoalan internasional sehingga yang lebih berkompeten dalam hal ini adalah Pemerintah RI, persoalan antar-pemerintah, antar negara. Wilayah ini jelas memiliki policy yang paling tepat termasuk untuk tidak mengijinkan pemberangkatan “relawan jihad” dari Indonesia, sebaliknya, mengijinkan pemberangkatan “relawan” yang tidak hanya memiliki kemampuan, keahlian dan kemauan tapi juga pengalaman yang teruji.
  2. Dewan Keamanan PBB sudah mengeluarkan RESOLUSI perlunya gencatan senjata dalam kasus invasi Israel ke Gaza. Seperti biasa, hanya Amerika yang abstain dalam penetapan resolusi tersebut dari 15 negara anggota DK PBB. Sikap abstain Amerika sudah bisa ditebak, karena itu bukan hal yang baru. Apapun hasil dari resolusi tersebut, di lapangan juga akan bergantung pada Israel dan Hamas sendiri sebagai pihak yang terlibat dalam konflik tersebut.
  3. Persoalan Israel-Palestina untuk saat ini sudah dominan diwarnai oleh persoalan konflik politik daripada persoalan keagamaan.  Saya tidak yakin bahwa (invasi) Israel ke Gaza (Palestina) beberapa tahun belakangan ini “masih dimotivasi” oleh faktor keagamaan yang mereka terjemahkan dari Torah dan Kitab Suci para Rabbi mereka.  Doktrin Israel sebagai umat Pilihan Tuhan (The Chosen People) sudah semakin kabur. Silakan lihat Di SINI.
  4. 200 tahun Israel ada dalam cengkeraman penjajahan Romawi. Mereka bangkit seperti semangat yang tertuang dalam National Anthem Israel. Sementara 350 tahun bangsa Indonesia dijajah oleh Belanda. 200 tahun berbanding 350 tahun? Apa maknanya? Kita bukan makhluk a-histoirs. Silakan direnungkan. Saya memberikan penghargaan dan acungan jempol bagi siapa saja yang sudah bertekad bulat untuk berangkat “berjihad” di Gaza. Mereka sangat luar biasa; karena memiliki “kemampuan” sekaligus “kemauan”. Silakan mencari cara terbaik untuk bisa sampai ke sana.

Sekiranya para Sahabat Blogger yang berkunjung ke blog ini kemudian membaca posting ini dan kebetulan tidak memiliki niat seperti saya untuk “berjihad” ke Palestina; tentu ada cara untuk menggalang solidaritas: bukan dengan demonstrasi yang anarkhis; bukan pula dengan show of force kampanye berbalut solidaritas.

Blogger punya cara untuk menggalang solidaritas; MER-C mengajak Blogger Indonesia bekerja sama dalam penggalangan dana SMS Donasi. Donasi via SMS untuk Palestina dengan mengetik MERC PEDULI kirim ke 7505 (tarif Rp.6.600/sms), Anda juga bisa mendukung misi kemanusiaan MER-C ke Palestina dengan menyalurkan bantuan untuk rakyat Palestina ke:

BCA cab Kwitang: No. Rek. 686.0153678
BSM cab. Kramat: No. Rek. 009.0121.773
(a.n. Medical Emergency Rescue Committee)
BMI cab. Arthaloka: No. Rek. 301.00521.15 (a.n. MER-C)

Demikian, mudah-mudahan bisa bermanfaat. Sekiranya diperlukan; sebarkan alamat di atas kepada warga masyarakat pada umumnya (non-blogger).

Related posts:

  1. Imad Aqel | Film Hamas Melawan Israel
  2. 6 Cara Meningkatkan Page View Blog
  3. Tips Memilih Dan Cara Menyembelih Hewan Qurban
  4. Fenomena Ponari dan Kegagalan Program Indonesia Sehat 2010
  5. Menyambut Pesta Blogger 2008
  6. Indonesia Negeri Sejuta Bencana
  7. Hari Blogger Nasional 2008
  8. Imlek dan Asimilasi Budaya Tionghoa di Indonesia
  9. Memilih Indonesia Sebagai Bahasa Utama Blog
  10. Golput Bukan Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009