Citizen Journalism, also known as public or participatory journalism or democratic journalism, is the act of non-professionals “playing an active role in the process of collecting, reporting, analyzing and disseminating news and information. The intent of this participation is to provide independent, reliable, accurate, wide-ranging and relevant information that a democracy requires, Wikipedia. Citizen Journalism atau biasa disebut dengan Jurnalisme Publik, Jurnalisme Partisipatoris, Jurnalisme Demokratis, adalah bentuk lain dari jurnalisme, di mana setiap orang (non-profesional) bisa berpartisipasi untuk mengumpulkan, melaporkan, melakukan analisa sebuah berita dan informasi dengan mengedepankan prinsip-prinsip demokrasi seperti independensi, akurasi, relevansi dan keberimbangan informasi.

Sahabat Blogger….., pernahkan anda menuliskan dan mengirimkan sebuah uneg-uneg, opini, pendapat, pandangan, usulan dan sejenisnya ke Rubrik Surat Pembaca atau rubrik yang disediakan untuk hal-hal semacam itu di sebuah media massa? Jika pernah, berarti sudah melakukan aktifitas Citizen Journalism atau biasa disebut dengan Jurnalisme Warga, meskipun sahabat bukan seorang wartawan resmi media massa. Mengapa menggunakan kata resmi?

Untuk membedakan antara wartawan lepas atau penulis freelance yang tidak memiliki ikatan kerja dengan media yang bersangkutan. Penulis Freelance inilah, dengan segala aktifitasnya, baik dalam hal pelaporan dan penulisan berita atau menuliskan sebuah opini tertentu, yang kemudian menjadi “pembeda” secara mencolok antara Jurnalisme Warga dengan Jurnalisme Mainstream meskipun dengan memanfaatkan media massa (cetak, elektronik) yang sama.

Contoh riil dari akifitas jurnalisme warga adalah penyampaian berita atau informasi melalui surat Pembaca. Ada yang menyebut dengan istilah Episto, orang yang menggemari kegiatan ini disebut kaum epistoholik. Hampir setiap media massa cetak menyediakan rubrik surat pembaca atau sejenisnya. Ini sudah berlangsung lama sejak media massa itu berdiri.

Tujuannya tentu sebagai media komunikasi antara pelanggan, pengiklan dan pembaca media massa tersebut. Tujuan lain adalah untuk memberikan media bagi penyaluran aspirasi masyarakat yang tidak bisa langsung disalurkan ke sumbernya.

Lewat aktifitas epistoholik tersebut, Jurnalisme Warga sebagaimana didefinisikan Wikipedia di atas sudah berlaku secara lazim di Indonesia seiring dengan angin kebebasan pers yang bertiup dan bergulir. Di samping karena ada jaminan kebebasan berpendapat, berkumpul dan berserikat, keberadaan pers juga merupakan salah satu pilar demokrasi yang bisa dimengerti -salah satunya- adalah dengan menjamin ada dan disediakannya ruang ekpresi publik atau warga.

Kehadiran internet, terutama dengan mengglobalnya aktifitas blogging, mau tidak mau pasti menjadi media alternative bagi Jurnalisme Warga, lebih khusus lagu merupakan tantangan bagi aktifitas dan komunitas epistoholik. Riwayat dan perkembangannya ke depan akan semakin menemukan tantangan. Seperti apa?

Bukan serta merta tergeser, melainkan akan ada saat dan waktunya dimana mereka komunitas epistoholik akan berpaling. Kemana? Ke Blogsphere dengan aktifitas blogging dan komunitas online epistoholic . Kapan? Sekarang pun sudah menjadi fenomena, setidaknya tercermin dalam forum blogger.

Apa akan seperti itu?. Saya katakan tidak serta merta. Pengguna internet dan blogger memang melonjak; tapi komunitas epistoholik tetap eksis. Warga masih bisa menyampaikan aspirasinya lewat Surat Pembaca di media massa selagi media yang bersangkutan masih membuka rubric tersebut. Atau media massa membuka forum epistoholik online sehingga bisa diakses 24 jam

Warga sudah memanfaatkan email sekedar untuk mengirimkan uneg-unegnya; tapi tidak sedikit pula yang masih memanfaatkan jasa pengiriman lewat Pos karena ketiadaan koneksi dengan internet, sementara layanan surat pembaca lewat SMS sepertinya kurang mencerminkan aktifitas Jurnalisme Warga, sebab, kadang-kadang contentnya kurang bisa dipertanggungjawabkan. Bagaimana Jurnalisme Warga jika dikatkan dengan aktifitas dan fenomena Blogging? Saya mempunyai sambungan untuk posting ini.

Incoming search terms for the article: