Learn To Earn Is The Reason Why I am Blogging
WS Rendra Meninggal Dunia
WS Rendra atau Willibrordus Surendra Broto Rendra, seniman, sastrawan, budayawan dan penyair yang dijuluki Si Burung Merak ini wafat, meninggal dunia, meninggalkan kita untuk selama-lamanya menyusul seniman fenomenal Mbah Surip. Bangsa Indonesia harus kehilangan salah satu seniman sekaligus budayawan nya yang memiliki nama dan karya besar dan bersahaja.
Kamis (6/8) sekitar pukul 22.10. WS Rendra dipanggil pulang oleh Yang Maha Kuasa, setelah sebelumnya menderita sakit. Rendra meninggal di RS Kelapa Mitra, Kelapa Gading, Jakarta. Penyebab kematian WS Rendra diduga karena mengidap penyakit jantung koroner yang dideritanya. WS Rendra tutup usia pada umur 74 tahun.
Selama hidupnya, WS Rendra mencurahkan tenaga dan pikiran serta goresan tintanya di dunia sastra, kepenyairan, dan puisi-puisi yang sarat akan nuansa gugatan terhadap segala bentuk penindasan. Di Bengkel Teater, teater yang dirintis dan didirikannya, dia menjadi pemimpin, penulis naskah, sutradara dan sekaligus pelakon.
Karya-karya WS Rendra juga mendapatkan apresiasi di luar negeri. Profesor Harry Aveling, seorang pakar sastra dari Australia yang besar perhatiannya terhadap kesusastraan Indonesia, telah membicarakan dan menerjemahkan beberapa bagian puisi Rendra dalam tulisannya yang berjudul “A Thematic History of Indonesian Poetry: 1920 to 1974”. Karya Rendra juga dibicarakan oleh seorang pakar sastra dari Jerman bernama Profesor Rainer Carle dalam bentuk disertasi yang berjudul Rendras Gedichtsammlungen (1957—1972): Ein Beitrag Zur Kenntnis der Zeitgenossichen Indonesischen Literatur. Verlag von Dietrich Reimer in Berlin: Hamburg 1977 (Blog Luqman).
Sepenggal kalimat “Perjuangan Adalah Pelaksanaan Kata-Kata” merupakan kalimat yang sangat berarti bagi Saya sejak pertama kali membaca Puisi Paman Doblang Karya WS Rendra. Selamat Jalan WS Rendra Si Burung Merak.
Posting Diolah dari berbagai Sumber, termasuk dari situs tokohindonesia.com.
Incoming search terms for the article:
| This entry was posted by Munawar AM on August 7, 2009 at 1:15 AM, and is filed under Lesson Learned. Follow any responses to this post through RSS 2.0. You can leave a response or trackback from your own site. |

about 1 year ago
yang hidup pasti akan meninggal ….
tinggal d persiapkan saja kematian spt apa yang kita inginkan
about 1 year ago
umur sudah pasti jatahnya, tapi tidak ada yang tau sisa jatahnya
semoga para almarhum diampuni
about 1 year ago
SALAM CINTA DAMAI DAN KASIH SAYANG ‘TUK SAHABATKU TERSAYANG
I LOVE YOU FUUUULLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
about 1 year ago
Inna lillahi wa’inaillahi rojiun..
turut berduka cita atas meninggalnya sang maestro seniman terbaik anak bangsa di negeri ini. mengutip komennya kang nawar di blog saya kalo mati itu hanya soal waktu semua akan kembali padanyajika memang sudah waktunya.
about 1 year ago
Semoga Om Rendra Masuk Surga
about 1 year ago
turut berduka cita :’(