KematianSebuah lesson learned berikut ini mungkin bisa dijadikan bahan renungan bagi kita semua. Kematian itu… sungguh merupakan sebuah misteri dari kuasa Ilahi yang kedatangannya terkadang begitu mengejutkan terutama bagi kita yang ditinggalkan. Ada sedikit kisah penuh hikmah sebagai berikut;

Sabtu 14 Nopember 2009, Pak Ahmad, panggil saja dia dengan panggilan tersebut, sudah masuk dalam kondisi sakaratul maut. Tak sepatah katapun yang keluar dari mulutnya. Tak didengarnya mungkin,  apapun kata dan kalimat yang dibisikkan ke kedua telinganya. Dia terbujur dengan nafas yang tersengal. Para tetangga yang berkumpul-bersimpati sudah beranggapan, Pak Ahmad akan memasuki ruang sakaratul maut yang sebenarnya (baca: mati), dalam hitungan jam ke depan.

Sabtu, 14 Nopember 2009. Di  samping tempat tidurnya, tergolek tak berdaya si Ibu Ahmad. Dalam kondisi yang relatif lebih baik ketimbang Pak Ahmad. Ia masih bisa bercakap-cakap dengan terbata-bata. Ia juga masih mendengar kata dan kalimat yang didengarnya. Masih bisa diajak dialog oleh para tetangga yang datang berkerumun bersimpati kepada mereka. Masih bisa menyampaikan ucapan maaf dan memaafkan.

Ahad 15 Nopember 2009. Bu Ahmad memasuki tahap sakaratul maut. Konsentrasi keluarga dan para tetanggapun tertuju pada Bu Ahmad. Mereka tidak ingin  pergi untuk selamanya tanpa upaya agar kepergiannya itu tergolong husnul hotimah. Tidak terbersit sama sekali dalam hitungan para tetangganya, Bu Ahmad menghembuskan nafas terahir pada hari itu juga, sekitar jam 11 siang. Allohummaghfirlaha Warhamha, Wa’afiha, wa’fu ‘anha. Dan Bu Ahmadpun dimakamkan hari itu juga.

Senin 16 Nopember 2009. Hari ini, konsentrasi keluarga tertuju pada Pak Ahmad. Kondisinya masih seperti semula. Dia bahkan tidak tahu (dalam penglihatan kami) bahwa isterinya, si Ibu Ahmad tadi, sudah wafat dan dimakamkan. Menjelang waktu magrib, sakaratul maut itu sepertinya begitu dekat menghampiri Pak Ahmad. Usai Dzikr Fida, melihat kondisi Pak Ahmad, para tetangga tak lekas pulang ke rumah masing-masing. Mereka tetap bersimpati ke Pak Ahmad.

Kuasa Ilahi di balik kematian memang benar-benar misteri. Senin 16 Nopember 2009, Pak Ahmad dipanggil oleh Allah SWT jam 20.10 wib,. Allohummaghfirlahu Warhamhu Wa’afihi Wa’fu ‘Anhu. kali ini, Pak Ahmad sudah benar-benar pergi menyusul Ibu Ahmad yang telah dipanggil terlebih dahulu, 15 Nopember 2009 jam 11.00  WIB.

Dua kematian dalam dua hari, dalam satu keluarga, dalam satu misteri; Misteri Ilahi. Jika Allah SWT sudah berkehendak, maka Kun… Fa Yakun. Bahkan atas Kuasa-NYA pulalah, kita pernah dihadapkan pada kematian secara massal dalam hitungan menit persis pada saat Gempa Bumi terjadi.

Demikian posting kali ini. Mudah-mudahan kita bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari kematian Bu Ahmad dan Pak Ahmad ini. Insya Allah Saya mau takziyah ke rumah Pak Ahmad malam ini juga.

Related posts:

  1. Menjemput Jenazah Umi Asrifah
  2. 09 Nopember 2008, “Eksekusi” Itu Akhirnya Dilaksanakan
  3. Domain .Com Dari Kampanye Aku Ngeblog, Kamu?
  4. 21 Nopember Ultah Pernikahan