Learn To Earn Is The Reason Why I am Blogging
Imad Aqel | Film Hamas Melawan Israel
Perlawanan tak melulu harus menggunakan kekerasan. Melalui film, perlawanan juga dapat dilancarkan. Kelompok Hamas baru-baru ini membuat film dengan judul Imad Aqel untuk mengampanyekan perlawanan rakyat Palestina terhadap pendudukan Israel.
Hamas — Harakat Al Muqowwama Al Islamiyyah, Islamic Ressistence Movement atau Gerakan Perlawanan Islam– adalah simbol, pelaku sekaligus aktivis garda depan perlawanan rakyat Palestina hingga hari ini. Pembuatan Film Imad Aqel merupakan gebrakan baru dari Hamas untuk menunjukkan kepada dunia tentang bagaimana konsistensi perjalanan perlawanan rakyat Palestina itu bisa didokumentasikan.

Poster Film Image Aqel
Mengapa Film tersebut menggunakan judul Imad Aqel? Siapa Imad Aqel? Biografi yang dirilis situs palestinerembered menyebutkan bahwa Imad Aqel adalah Pemimpin Brigade Izzuddin Al Qassam; sayap militer Hamas yang ikut aktif di medan pertempuran khususnya di Jalur Gaza.
Imad Aqel juga seorang militan Palestina yang ditangkap Israel gara-gara membunuh 13 tentara dan pemukim Israel. namun, karena kegigihannya itu, Imad Aqel kemudian mati tertembak oleh tentara Israel di tahun 1993 dalam usia yang masih muda, 22 tahun.
Film Imade Aqel mulai diputar di bioskop-bioskop Palestina Sabtu (01/08) waktu setempat. Para penonton bertepuk tangan dan bersorak-sorai begitu aktor film Imad Aqel mengucapkan kalimat paling mengesankan dalam film tersebut; To Kill Israeli Soldiers is To Worship God; Membunuh tentara Israel Adalah Ibadah.
Sesuai tradisi muslim, para penonton laki-laki dan perempuan ditempatkan di bagian yang berbeda. Sejumlah pejabat Hamas menyebut film yang menelan biaya 120.000 dolar AS (sekitar Rp 1,3 miliar) tersebut sebagai ’’Film Perlawanan’’ untuk menentang pendudukan Israel. Film yang pengambilan gambarnya dilakukan di bekas permukiman Yahudi Ganei Tal di Jalur Gaza itu selain bercerita tentang perlawanan Imad Aqel, juga menggambarakan pendirian Hamas pada 1980-an.
Pada bagian lain, film juga menggambarkan penandatanganan kesepakatan perdamaian Oslo antara Israel dan Organisasi pembebasan Palestina (PLO) pada 1993. Skenario film ditulis oleh Mahmoud al-Zahar, salah satu pemimpin senior Hamas. Majed Jendeya, sutradara lulusan Jerman yang membidani film itu, berharap Imad Aqel dapat tampil di ajang festival film Cannes di Prancis.
Bagaimana dunia menyikapi pembuatan dan penayangan Film Imad Aqel yang penuh dengan nuansa heroisme ini? Kita tunggu kabar selanjutnya. Pro dan kontra sangat mungkin akan mengiringi review dan penayangan film ini. Posting diolah dari berbagai sumber. Gambar diambil dari BBC News.
Related posts:
| This entry was posted by Munawar AM on August 5, 2009 at 8:30 AM, and is filed under Film. Follow any responses to this post through RSS 2.0. You can leave a response or trackback from your own site. |




about 7 months ago
wakh kayaknya bagus banget ntuh pilemnya kang…..jadi pengen nonton dech…..
about 7 months ago
wah nampak film ini menarik mas
about 7 months ago
Mantap….dengan perlawanan yg elegan…jadi penasaran nie
about 7 months ago
Wah, filmnya bakal d putar jg nggak y d Indonesia?
about 7 months ago
wah disaat kondisi sedang tidak menentu ternyata masih sempat bikin film ya *salau*. semoga nanti beredar film-nya di Indonesia *penasaran*.eh jangan2 sudah ada du yutub ya?
oia ditunggu komentar nya dalam tulisan ‘Rumah Impian…’. yuk berbagi cerita, gimana ce rumah impian kamu dan dimana bisa ndapetinnya?
about 7 months ago
Saya malah belum tertarik film sejarah Mas…
about 7 months ago
Banyak actionnya gak? kalau lebih banyak ceritanya malas ah nontonya. Soalnya saya suka film2 action.
Tapi itu bentuk perjuangan yang menurut saya lebih bagus dari pada pake kekerasan/senjata. Semoga Palestina dan Israel bisa segera berdamai. Amin….!
about 7 months ago
Perlawanan terhadap penindasan bsa dilakukan dengan cara yang beragam, Para teroris yang hanya berani maen di Indonesia harusnya menonton film ini, biar mereka tau arti sesungguhnya perjuangan….!!!
———–
@PRof: alternatif saja… konon di negeri amrik, pengguna Bing meingkat kok.
about 7 months ago
Lebih baik kayak gitu dari pada ngebom sana-sini nggak jelas siapa sasarannya
about 7 months ago
Are you a professional journalist? You write very well.
———-
@mackeran: No.., I am not journalist, thx
about 7 months ago
masih sempet juga yah Palestina yang sekian lama terjajah membuat pilem bagus.. salut!!
about 7 months ago
Mungkin kalaupun diputar di Indonesia, kayaknya di tempat2 tertentu ya ? Seperti film2 yang ikut festival atau film dokumenter gitu ?
about 7 months ago
pasti terjadi pro kontra.
about 7 months ago
sepertinya mang akan banyak menuwai kontrofersi Kang. tapi seperti layaknya banyak hal kontroversial lain, justru yang kontroversial lah yang banyak dicari.
hmm, bakalan menarik, meskipun pasti tak da kelucuan-kelucuan layaknya nagabonar….
about 7 months ago
kayanya seruu….
about 7 months ago
wah kayaknya oke tuh mas
about 7 months ago
dan ini sebuah penghargan kepada sang Imad Aqel
about 7 months ago
kelihatannya keren tuh….
about 7 months ago
memang benar kang nawar, berjuang itu sebenarnya tidak hanya melulu dengan angakt senjata. masih banyak lagi sebenarnya bisa dilakukan untuk sebuah perjuangan.