Bulan Desember tahun 2008 ada banyak peringatan hari-hari besar dan penting; Hari AIDS Sedunia, Hari Raya Idul Adha, Hari HAM Internasional, Hari Anti Korupsi Sedunia, Hari Ibu, Hari Natal, Tahun Baru Hijriyah dan Tahun Baru Masehi 2009 yang oleh Presiden SBY dicanangkan sebagai Tahun Ekonomi Kreatif Kerakyatan.

Apa makna dari sebuah peringatan? Banyak tentunya. Tergantung dari sudut pandang mana kita mengapresiasi, mengekpresikannya dan menuliskannya ke dalam sebuah postingan blog (dari pada dipendam di dalam hati). Jika Sahabat Blogger termasuk yang suka menulis dan mengirimkan tulisan ke media massa, sangat terbuka tulisan tersebut dimuat jika saja menurut dewan redaksi memenuhi criteria layak muat. Banyak penulis media massa yang memanfaatkan momentum aktual untuk dijadikan tulisan, karena ini juga salah satu tips menulis yang bagus.

Inti dari sebuah peringatan adalah Lesson Learned. Pengambilan sebuah pelajaran. Pengambilan Hikmah di Balik sebuah Kisah. Hikmah yang menurut saya pantas dipetik adalah; menuju kehidupan yang lebih baik. Kehidupan yang lebih baik adalah sebuah proses yang tak pernah berhenti, dari waktu ke waktu dari generasi ke generasi. Sebagai sebuah never-ending process, kehidupan yang lebih baik terwujud dalam sebuah ide sekaligus aktifitas fisik kapanpun dan di manapun manusia berada.

Hijrah Nabi Muhammad SAW beserta para Sahabatnya dari Makah ke Madinah menandai suatu ekspansi-religius dalam rangka dakwah islamiyyah dan penyampaian risalah kenabian/dakwah islamiyyah. Berbicara tentang Nabi Muhammad SAW tidak akan pernah bisa dilepaskan dari dua Kota Suci tersebut. Apa hasil yang dicapai melalui peristiwa Hijrah telah banyak ditorehkan dalam tinta-tinta sejarah sejarawan Muslim bahkan sejarawan Barat.

Persitiwa Hijrah telah banyak memberi inspirasi bagi komunitas muslim untuk menjadikannya sebagai momentum untuk membumikan spirit dan atau semangat perlunya perubahan demi perubahan. Ya, karena Hijrah yang secara leksikal berarti perpindahan, dari satu wilayah ke wilayah lain, dari satu kondisi ke kondisi yang lain yang juga bisa diartikan perubahan demi perubahan.

Peringatan Tahun Baru 1430 Hijriyyah kali ini terasa lain daripada yang lain; sebab Tanggal 1 Bulan Muharram 1430 Hijriyyah jatuh di antara Hari Natal 2008 dan Tahun Baru Masehi 2009. Ini jarang terjadi dalam siklus kalender, baik kalender Jawa, Kalender Hijriyyah maupun Kalender Masehi sendiri. Kedekatan peristiwa ini, bagi saya, merupakan momentum yang langka, baik dijadikan sebagai ajang refleksi dan instrospeksi diri, keluarga, masyarakat bangsa dan Negara.

Peringatan yang hampir bersamaan tersebut memungkinkan kita -baik yang Muslim, umat Kristiani maupun bangsa Indonesia secara keseluruhan-untuk merayakannya dalam semangat kebersamaan dan persatuan menuju kehidupan yang lebih baik. Parameter kehidupan lebih baik seperti apa? Seperti yang dicita-citakan oleh masing-masing individu manusia. Agama punya parameter, Bangsa juga punya parameter. Kita juga mestinya memilikinya. Bahwa kehidupan yang lebih baik harus diupayakan di tengah krisis global, krisis multi dimensi dan krisis moral/akhlak bangsa.

Selamat Natal Tahun 2008 Untuk Sahabat Blogger Yang Merayakannya.

Selamat Tahun Baru Hiriyyah 1430;

Mari Berhijrah Menuju Kehidupan Yang Lebih Baik

Related posts:

  1. Natal Di Antara Dua Tahun Baru
  2. Terompet Tahun Baru dan Susu Buat Anakku
  3. Adakah Kebangkitan Islam Itu? (Refleksi Tahun Baru 1430 H)
  4. Hijrah Ke Theme Hijriah
  5. Blog Baru Dengan Semangat Baru
  6. Mencoba Membandingkan Antara Usaha dengan Hasilnya
  7. 101 Tahun Kebangkitan Nasional
  8. Merayakan Ulang Tahun
  9. Kado Akhir Tahun 2008: Blog Ini Mendapat PR 2
  10. Sebuah Award Di Akhir Tahun 2008