26 Juli, Hari Tanpa TV. Gagasannya hampir mirip dengan Hari Tanpa Rokok, Hari Tanpa Tembakau tapi bukan Hari Tanpa Cinta lagunya Aladin :) Peringatan Hari Tanpa Televisi yang berdekatan dengan peringatan Hari Anak Nasional 23 Juli sering dikaitkan dengan upaya untuk meminimalisir pengaruh televisi kepada anak. Sebagai orang tua, kakak, keponakan dan sahabat anak, mari kita lihat secara bijak iktikad baik ini.

Kegiatan Hari Tanpa TV ini bukan berarti anti-TV, kata Drs Hadi Supeno, MSi, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia. Gerakan Hari Tanpa TV ini mengajak keluarga Indonesia untuk tidak menonton TV selama sehari agar mereka dapat merasakan bahwa masih banyak kegiatan lain yang lebih bernilai daripada menonton TV.

Hal ini diserukan mengingat isi tayangan yang kurang sehat dan tidak aman untuk anak serta jumlah jam menonton TV pada anak yang sudah terlalu tinggi mencapai 1.600 jam setahun, padahal waktu belajar mereka di sekolah hanya 750 jam setahun.

Event Hari Tanpa TV ini bukanlah gerakan yang memusuhi televisi, melainkan lebih mengajak siapa saja untuk cerdas dan kritis dalam mengonsumsi tayangan televisi agar terhindar dari dampak negatifnya.

Tentang keseriusan gerakan Hari Tanpa TV, kita patut mempertanyakan; sejauh mana goodwill pemerintah dan pengelola televisi? Sejauh mana pula para orang tua mengapresiasi pentingnya peringatan Hari Tanpa TV?

Sayang memang, sebab Hari Tanpa TV tahun 2009 ini jatuh pada hari Minggu, Hari Libur, “Harinya Anak-Anak” di mana hampir seluruh stasiun televisi memperbanyak tayangan-tayangan yang diperuntukkan bagi anak-anak. Sahabat Blogger…., apakah Anda  memperingati Hari Tanpa TV?

Related posts:

  1. Tiada Hari Tanpa Kekerasan Di Sekolah
  2. MOS Tanpa Kekerasan
  3. Iklan Kampanye Partai Politik di Televisi
  4. Hari Blogger Nasional 2008
  5. Posting Terasa Hambar Jika Tanpa Gambar?
  6. Film Penghianatan G30S PKI
  7. Blogging Tanpa Komunitas Blogger
  8. Merayakan Ulang Tahun
  9. AIDS: Aku Ingin Dia Selamat
  10. 21 Nopember Ultah Pernikahan