Tanggal 22 Oktober 2007, Pesta Blogger Indonesia digelar untuk yang pertama kalinya. Pada kesempatan tersebut, Menkominfo Muhammad Nuh juga menetapkan tanggal penyelenggaraan Pesta Blogger yang pertama sebagai Hari Blogger Nasional. Menarik sekali tentunya, terutama karena event nasional tersebut untuk pertama kalinya digelar. Tapi Pada Tanggal dan Tahun tersebut, Saya sama sekali belum mengenal apa itu Blog, belum terbayang tentang perlu tidaknya membuat Blog. Hari ini, 22 Oktober 2008, Saya sudah memiliki Blog ini. Alhamdulillah.

Hari ini pula, website Pesta Blogger menggelar siaran Pers terkait pelaksanaan Pesta Blogger Tahun 2008 dengan tema Blogging For Society – Nge-blog Untuk Masyarakat, tema yang sangat menarik tentunya. Mengapa? Karena Blog lahir dan berkembang dari masyarakat, mungkin sudah tiba saatnya agar para Blogger kembali ke masyarakat dalam pengertian yang sangat luas. Saya akan mencoba memaknai Tema tersebut di bawah ini:

Blog adalah rumah. Membuat Blog berarti membuat rumah. Membangun Blog juga berarti membangun rumah. Saya menyebutnya sebagai rumah virtual. Seorang Blogger bisa menjadikan Blognya sebagai Toko Virtual, Kantor Virtual, Sekolah Virtual atau bahkan Pesantren Virtual; jika si empunya Blog adalah seorang Ulama, Ustadz atau Kiai.

Dalam perspektif Sosilogis, semakin banyak rumah (Blog) dengan sendirinya akan terbentuk unit-unit kecil seperti klan-klan Bloger, suku-suku Blogger hingga terbentuklah Komunitas Blogger (Blogger Societies). Kelihatan mengada-ada? Data dari Pesta Blogger berikut bisa dijadikan parameter: Hingga saat ini, terdapat lebih dari 300 ribu blogger di Indonesia, dari angka 150 ribu yang tercatat pada Pesta Blogger tahun lalu. Hal ini tentunya menunjukkan pertumbuhan blogger yang sangat pesat.

Terjadi lonjakan yang signifikan, 50% hanya dalam satu tahun. Sementara pengguna Internet baru mencapai angka di bawah 20% penduduk Indonesia, dari berbagai latar belakang etnis, suku, daerah, agama, geografis, profesi (dari pejabat hingga rakyat biasa). Latar belakang itulah yang kemudian memunculkan komunitas-komunitas Blogger dengan nama, profesi, visi, misi dan spesialisasinya masing-masing. Komunitas Blogger kemudian banyak bermunculan dari waktu ke waktu.

Meski demikian, Komunitas Blogger sepertinya ada di dunianya sendiri, dunia blogger, the blogger world. Mengapa? Karena blog juga adalah sebuah dunia, sebuah jagat, jagat minimal dengan potensi maksimal. Saking asiknya berada di dunianya sendiri, Blogger tidak boleh terlena dengan apa yang terjadi di dunia luar dalam masyarakat nyata. Inilah makna yang saya petik dari tema Pesta Blogger tahun 2008; Blogging For Society.

Kemudian apa yang bisa diperbuat oleh Komunitas Blogger dalam konteks Blogging For Society? Banyak sekali, sesuai dengan potensi yang dimiliki oleh masing-masing Blogger, misalnya;

  1. Blogging For Society sacara riil berarti bahwa Blogger harus keluar (sejenak) dari aktifitas Blogging untuk melihat dunia nyata; terjun langsung ke dalam masyarakat, untuk beraktifitas dan berbuat sesuatu yang positif, lebih nyata dan bermanfaat bagi masyarakat.
  2. Blogging For Society bisa dalam bentuk aktifitas memperkenalkan Tehnologi Internet kepada seluruh komponen masyarakat, baik langsung maupun tidak langsung, melalui Komunitas Blogger yang ada. Dengan demikian, Blogger turut serta dalam mencerdaskan masyarakat. Toh Blog hanya sebagian kecil dari sisi besar dunia Internet.
  3. Blogger bisa turut berperan aktif dalam memperkenalkan Indonesia kepada dunia luar. Indonesia dengan banyak potensinya sangat mungkin bahkan sangat mudah untuk dipromosikan. dari Pariwisata, Investasi, Pendidikan, Bisnis dan Perdagangan, hingga Tradisi, Budaya dan Kultur masyarakatnya.
  4. Secara simultan dan terus menerus, Blogger bisa memberikan masukan kepada Pemerintah Republik Indonesia tentang pentingnya pembuatan kebijakan dan regulasi yang mangatur lalu lintas dunia Internet pada umumnya. Nantinya, regulasi tersebut bisa membuat rambu-rambu bagi aktifitas Internet di kemudian hari. Ini penting, sebab, aktifitas Internet selain banyak menimbulkan manfaat, juga banyak menimbulkan madharat, banyak sisi positif banyak pula sisi negatifnya.

Empat point di atas kiranya cukup sebagai refleksi memperingati Hari Blogger Nasional 2008. Sebenarnya masih banyak yang bisa dieksplorasi dari tema besar Pesta Blogger 2008. (yang akan digelar 22 November 2008). Saya harus menghentikan tulisan ini. Sebab, keasyikan Ngeblog, bisa jadi pekerjaan lain di luar sana terbengkelai. Anda bisa menambahkan Aktifitas Blogging For Society lainnya?

Related posts:

  1. Sedikit (Saja) Refleksi Menyambut Pesta Blogger 2008
  2. Menyambut Pesta Blogger 2008
  3. Blogging Tanpa Komunitas Blogger
  4. Hari Tanpa TV
  5. 101 Tahun Kebangkitan Nasional
  6. Tiada Hari Tanpa Kekerasan Di Sekolah
  7. Sebuah Award Di Akhir Tahun 2008
  8. Citizen Journalist, Blogger Bukan Wartawan
  9. 09 Nopember 2008, “Eksekusi” Itu Akhirnya Dilaksanakan
  10. Lebih Enjoy Sebagai Blogger Pemula