Sekitar enam hari yang lalu Saya menerima email singkat berbunyi demikian:  We at WordPress Republik would like to wish you a happy birthday, today! Saya diingatkan kalau hari itu adalah Hari Ulang Tahun. Hari itu sudah bertambah tua umur saya, tapi patut disyukuri sebab masih menyempatkan diri untuk ngeblog, setidaknya buat melengkapi posting blogging story.

Kalau sudah memasuki bulan Juli, maka bulan-bulan ke depannya –Agustus, September dan Desember, berturut-turut ada 4 momen / event Perayaan Ulang Tahun; buat Saya, Isteri dan kedua anak Saya.

Dulu, Saya sendiri sebenarnya tidak pernah merayakan ulang tahun. tanpa meniup lilin, tanpa kado, cukup buat tumpeng disedekahkan ke jamaah di Musholla sebelah. Tetapi setelah menikah dan memiliki anak, rupanya perayaan ulang tahun menjadi hal yang semi-wajib, meski perayaannya ala kadarnya saja.

Mengikuti trend anak-anak jaman sekarang, yang terbiasa dengan  perayaan ulang tahun anak-anak tetangga,  kalau anak saya ulang tahun, mau tidak mau saya harus menyelenggarakannya. Ini semacam konsekuensi dari pepatah Jawa : anak polah bapak kepradah. Orang tua mengikuti yang menjadi trend dan kemauan anaknya. Selagi itu positif, bermanfaat dan mendidik, mengapa tidak?

Sahabat Blogger….. apakah anda merayakan ulang tahun setiap tanggal kelahiran anda? Jika iya, maka sudah barangtentu karena ada makna dalam perayaan ulang tahun itu sendiri. Seperti apa maknanya? Tergantung masing-masing individu.

Bagi Saya, makna yang paling mendalam dalam merayakan ulang tahun adalah mengenang perjuangan antara hidup dan mati seorang Ibu yang melahirkan saya waktu itu.  Karena dengan mengenang peristiwa itu, hidup ini terasa lebih termotivasi dengan segenap tantangannya.

Ya, Ibu adalah motivator hidup sejati…. Ibumu… Ibumu…. Ibumu…., Bapakmu, beginilah Sabda Nabi tentang bagaimana mendahulukan dan memberikan penghormatan kepada kedua orang tua kita. Sementara makna perayaan ulang tahun yang lain bagi Saya tidak mampu melebihi makna penghormatan tersebut.

Untuk Isteri dan Kedua anak Saya…., Saya mohon maaf, karena sudah semakin tua tapi belum bisa berbuat apa-apa. Mudah-mudahan kita semua bisa belajar dan terus belajar untuk menjadi manusia yang pandai bersyukur.

Related posts:

  1. Award Milad Yang Telat
  2. Terompet Tahun Baru dan Susu Buat Anakku
  3. Hijrah Di Antara Natal Dan Tahun Baru
  4. Natal Di Antara Dua Tahun Baru
  5. 101 Tahun Kebangkitan Nasional
  6. Ternyata Sudah Satu Tahun NgeBlog
  7. Hawa Panas Iringi 153 Tahun Kabupaten Cilacap
  8. Sebuah Award Di Akhir Tahun 2008
  9. Vonis 9 Tahun Penjara Untuk Probo Yulastoro
  10. Kado Akhir Tahun 2008: Blog Ini Mendapat PR 2