Tidak terasa, blog ini sudah satu bulan dionlinekan, persisnya sejak tanggal 9 Nopember 2008 bersamaan dengan pelaksanaan eksekusi terpidana mati kasus bom bali di pulau Nusakambangan. 30 hari adalah umur yang sangat muda untuk ukuran sebuah blog, jika dibandingkan dengan blog-blog lain yang pernah saya kunjungi. Tidak ada ungkapan yang lebih bermakna kecuali bahwa saya harus bersyukur, berterima kasih sekaligus mohon maaf. Saya harus bersyukur, karena sebagai pendatang baru di dunia blog and blogging, saya rasa saya mampu -meskipun belum maksimal-untuk beradaptasi di dalamnya sehingga saya melakukan apa yang umumnya, apa yang seharusnya dan apa yang sebaiknya dilakukan oleh seorang bloggers, meskipun saya masih sangat pemula. Saya ingin menjadi bocah yang bisa bersyukur.

Apa itu? Bukan melakukan pembiaran terhadap blog yang sudah dibuat, tapi berusaha membangun dan merawatnya. Dengan cara bagaimana? Dengan belajar dan belajar kepada bloggers-bloggers terdahulu yang sudah professional. lebih dulu mapan dan tahu bagaimana menjadikan blognya sebagai media pembelajaran bagi bloggers lain. Berbagi dengan sesama bloggers; pengetahuan, pengalaman, dan mengisi blog dengan postingan. Semua dilewati dengan menjalin dan membangun komunikasi, meski sekedar dengan blogwalking dan meninggalkan komentar pada blog yang dikunjungi.

Saya juga bersyukur karena sedikit-demi-sedikit, tujuan saya membuat blog mulai terwujud, terutama untuk tujuan menjalin persahabatan; meskipun masih jauh dari yang diharapkan. Apa adanya saja sesuai kapasitas yang dimiliki dan ketersediaan waktu yang ada. Sebagai pemula yang baru satu bulan menjalani aktifitas blogging, masa siiihh…tujuannya sudah tercapai semuanya, rasanya mustahil, kecuali ada keajaiban berpihak. Artinya, masih dibutuhkan dan diperlukan kerja keras terus menerus.

Setahap demi setahap, kelak di kemudian hari, mudah-mudahan semua tujuan saya dengan membuat blog akan tercapai. Karena menjadi seorang bloggers ternyata sangat-sangat tidak mudah, tidak gampang. Selain butuh waktu, tentu butuh biaya, belajar belajar dan belajar.

Terima kasih kepada semua bloggers yang sudah berkenan mengunjungi blog ini. Terima kasih atas semua komentar-komentar yang sudah ditinggalkan oleh sahabat bloggers semua. Tanpa Sahabat, Apalah Artinya (Blog) Saya. Saya meyakini dengan sepenuh hati bahwa dengan blogwalking dan meninggalkan komentar di dalam blog lain – juga tukeran link–merupakan cara efektif untuk menjalin persahabatan antarsesama bloggers, mempromosikan blog dan menggali informasi di masing-masing blog untuk dijadikan referensi pengetahuan.

Saya mohon maaf: karena tidak mungkin semua sahabat bloggers saya sebutkan satu persatu di sini; karena saya belum bisa menjawab semua komentar yang masuk ke dalam blog ini; karena belum bisa menyajikan sesuatu yang bermutu dan berkualitas dalam blog ini; karena saya belum mencoba untuk mengajak semua yang pernah berkunjung untuk melakukan link exchange/tukeran link. Terima kasih bagi yang sudah meletakkan link blog ini di blognya Sahabat semua; meski NOFOLLOW bagi saya tidak masalah. Mudah-mudahan hari-hari ke depan semua itu bisa saya lakukan. Sekalilagi, saya bersyukur, terima kasih dan mohon maaf.