Learn To Earn Is The Reason Why I am Blogging
Opini Budaya
opini tentang tradisi, kultur, budaya,
Light ON Atau Kamu Ku Tilang
Oct 26th
Menciptakan Budaya Berlalu Lintas memerlukan aturan main yang jelas. Perlu keteladanan dan kedisiplinan dalam prakteknya. Mari kita lihat kasus Light On. Konon, Light On atau menyalakan lampu sepeda motor pada siang hari bisa mengurangi angka kecelakaan. Awalnya ini memang tak lazim, sehingga kita mempertanyakan apa alasannya, mana payung hukumnya dan mengapa harus demikian. Selagi alasannya tidak ditemukan, himbauan untuk Light On juga tak dihiraukan. Ada yang menyalakan lampu, ada juga yang tidak. Bahkan lebih banyak yang tidak menyalakannya, bukan? Nah, Inilah alasan mengapa Anda, pengguna Sepeda Motor, harus menyalakan lampu di Siang hari:
Arus Balik, Mengapa Selalu Meningkat?
Sep 25th
Puncak arus balik komunitas perantau seusai Mudik Idul Fitri diperkirakan akan terjadi di ahir pekan ini yang antara lain ditandai dengan kepadatan arus lalu lintas di jalan raya. Pada setiap peristiwa arus balik, hampir selalu muncul pertanyaan: mengapa arus balik selalu meningkat? Mengapa para pendatang baru ke kota besar seperti Jakarta yang nebeng di lalu lintas arus balik selalu mengalami pertambahan dan peningkatan?
Ini adalah fenomena komplek yang mengandung dimensi sosial sekaligus ekonomi yang sudah berjalan sekian tahun tanpa ada mata rantai yang putus secara sebenarnya. Ini adalah bagian dari dampak sosial ekonomi realitas masyarakat, sisi positif kaum urban dan proses urbanisasi itu sendiri. Urbanisasi sudah menjadi Tradisi dan Budaya. Mata rantai arus mudik- arus balik berputar mengikuti perkambangan zaman yang diapresiasi secara terus menerus oleh masyarakat hingga menimbulkan dampak peningkatan kaum urban dan atau pendatang baru.
Budaya Kupat, Lebaran Ketupat Dan Kuliner
Sep 22nd
Kupat sama saja dengan Ketupat, hanya persoalan penyebutannya saja yang berbeda, tapi esensinya sama; anyaman janur kuning berisi nasi padat yang dihidangkan dan dijadikan simbol terutama pada saat lebaran Idul Fitri. Bahkan pada tradisi budaya masyarakat tertentu, ada tradisi dan Budaya Lebaran Ketupat di hari ke tujuh Idul Fitri. Kupat sering dibedah dengan Ngaku-Lepat, Mengaku Salah dan oleh karenanya memohon agar kesalahan itu bisa dimaafkan, persis seperti yang menjadi esensi Idul Fitri sebagai terbebas dari dosa.
Ini berbeda dengan Kuliner yang bisa dibedah diotak atik gathuk menjadi Mengaku Paling Bener, merasa paling benar, tidak mau mengakui kesalahan dan tidak mau memaafkan orang lain, tidak mau membuka pintu maaf bagi sesama manusia. Loh… apa di Hari Raya Idul Fitri masih ada (manusia muslim) yang Mengaku Paling Bener, atau setidaknya Mengaku Benar? Sepertinya tidak. Sebab, di hari itu, yang tua dan yang muda yang laki-laki dan yang wanita, semua Mengaku Lepat, Mengaku Salah, Mengakui Kesalahan, disampaikan untuk diberikan pemaafan. Ini keindahan Idul Fitri, bukan?
Kartu Lebaran
Sep 16th
Dua hari ini saya mendapatkan amanat untuk menyediakan Kartu Lebaran guna keperluan Kantor yang bermaksud mengirimkan ucapan dan pesan-pesan lebaran Idul Fitri melalui kartu lebaran kepada beberapa tokoh, relasi dan unsur pemerintah daerah. Ini merupakan bagian dari tradisi dan budaya penyampaian ucapan Selamat Idul Fitri dengan menggunakan kartu lebaran yang dikirimkan melalui Kantor Pos atau dikirimkan langsung ke alamat yang bersangkutan.
Seingat Saya, sejak saya masih duduk di Sekolah Dasar, tradisi dan budaya saling mengirim dan saling berkirim kartu lebaran sudah berlangsung. Untuk itu dan pada suatu saat, saya juga menyempatkan diri mengikuti budaya berkirim ucapan melalui kartu lebaran kepada teman-teman meski tidak setiap Idul Fitri, tentunya.
Fenomena Mudik, Arus Mudik Dan Arus Balik
Sep 13th
Mudik biasa dimaknai sebagai proses kembalinya masyarakat urban, perantau ke kampung halaman. Mudik sinonim dengan pulang ke udik yang bisa bermakna asal daerah. Dan tradisi mudik menjelang perayaan Idul Fitri ini sudah menjadi kultur atau budaya sehingga saya memahaminya sebagai mudik kultural. Mudik sebagai fenomena kultural unik adanya dan mungkin hanya satu-satunya di penjuru dunia. Fenomena mudik telah menyita banyak perhatian dari seluruh kalangan; pemerintah, ekonom, sosiolog, hingga aparat kepolisian sehingga harus mengawal arus mudik dan arus balik dari komunitas pemudik pengguna sepeda motor.

