Kalau komentar spam sudah biasa diterima, tapi kalau trackback spam, juga rupanya makin terbiasa saya terima.  Bisa dari blogger dalam negeri, tapi juga banyak dari luar negeri. Menjengkelkan memang. Yang saya alami, teknik trackback spam menggunakan tehnik linking atau ngelink ke salah satu posting, tapi dikuras habis sehingga hampir-hampir hanya judul posting yang muncul di blog pelaku trackcback spam ini, dan dijadikan salah satu posting dalam blognya.

Secara nalar blogging, trackback memang menjadi sarana ampuh pertukaran link. Tapi kalau kalau dihubungkan dengan tehnik link building, trackback spam jelas merupakan kebiasaan buruk dalam blogging. Saya mempunyai dugaan kuat bahwa salah satu yang menyebabkan blog ini mendapatkan serangan iframe malware juga karena praktek trackback spam; sebuah teknik trackback yang tidak semestinya.

Menurut hemat saya, teknik yang baik dalam melakukan trackback adalah melakukan linking terhadap posting dalam sebuah blog  karena adanya kesamaan topik yang diposting. Ini memang mirip-mirip dengan teknik ping, Ngeping, atau Pinging. Namun jika dilakukan dengan tidak benar, ini juga bisa menjadi sping atau spam pinging.

Teknik trackback yang baik minimal menguntungkan kedua belah pihak blogger karena secara otomatis mendapatkan backlink sehingga saling memperkaya pemahaman atas topik yang ada. Teknik semacam ini juga berfungsi meningkatkan trafik blog dalam kapasitas yang bernilai tinggi.

Namun, ini berbeda dengan teknik trackback spam, yang asal-asalan, bahkan menyerupai copy-paste terhadap sebagian atau seluruh isi posting. Yang lebih buruk dari kebiasaan ini trackback spam ini karena link URL yang ditempelkan, menuju blog yang berisi kontent pornografi, misalnya, atau kontent-kontent lain yang berpotensi menyebabkan malware.

Bagaimana sikap dan tindakan kita atas persoalan trackback spam? Secara default, plugin Akismet –seperti halnya plugin SpamKarma, Spaminator, bisa melakukan filter komentar spam dan trackback spam. Pengguna WordPress tentu tertolong dengan mengaktifkan plugin ini, sebab, kendali kemudian ada di tangan kita. Untuk meng-approve atau menghapus komentar2 dan trackback spam yang masuk.

Dengan demikian, salah satu cara mengamankan blog bisa dilakukan dari waktu ke waktu. Terhadap pelaku komentar spam dan trackback spam, jangan mempunyai pikiran lain kalau komentar dan trackbacknya tidak muncul. Karena sebagai pemilik blog, kita memiliki hak sepenuhnya untuk menyetujui atau tidak menyetujui keduanya.

Incoming search terms for the article: