Sebelum postingan ini diupload, saya menyempatkan diri jalan-jalan di sekitar alun-alun Kota Cilacap. Pemandangan serasa berbeda dengan hari hari biasanya sebab hamparan penjual terompet hampir memenuhi seluruh ruas jalan dan sekitaran alun-alun. Mungkin pemandangan ini juga tidak berbeda di sekitar alun-alun tempat di mana sahabat blogger tinggal.

Hari-hari belakangan ini merupakan moment yang sangat ditunggu-tunggu oleh para penjual terompet menjelang detik-detik pergantian tahun dari 2008 menuju tahun 2009. Mereka umumnya adalah pedagang tiban, penjual dadakan menjelang tahun baru. Saya melihat, beberapa di antara mereka adalah kaum Ibu dengan menggendong anaknya. Berikut ini sedikit narasi dari dialog singkat saya dengan salah seorang penjual terompet;

Dia mengaku berasal dari Purbalingga. Cukup jauh dari Cilacap, dua jam perjalanan jika menggunakan kendaraan Bus. Sudah sekitar seminggu berjualan di alun-alun ini. Datang bersama rombongan yang memang sengaja menyerbu alun-alun kota Cilacap.

Pekerjaan sehari-hari sebagai ibu rumahtangga, selama tinggal di sekitar alun-alun tidak ditemani sang suami karena suaminya bekerja sebagai penambang pasir di tepian  Sungai Serayu. Kalau malam dia tidur di teras Masjid Agung Darussalam dan urusan MCKnya juga di situ. Rupanya dia merupakan salah satu dari sekian banyak rombongan penjual terompet dadakan.

Tidak banyak penghasilan selama seminggu belakangan; sebab, ramainya biasanya 3, 2 atau 1 hari menjelang pergantian Tahun Baru. Setidaknya cukup untuk makan sehari-hari selama berjualan terompet dan cukup untuk membeli susu buat anaknya. Yang sangat dia harapkan adalah Tuhan tidak Mengirimkan Hujan, Angin Puting Beliung dan Bencana Lainnya selama dia berjualan terompet….; Tuhan Maha Mendengar….Semoga doanya dikabulkan.

Terompet Tahun Baru dari produsennya terlihat ada kreatifitas yang unik karena mampu mengeluarkan model baru yang inovatif untuk dijajakan, secara marketing mampu menembak peluang pada moment tahuan, sungguhpun kompetisinya sengit, bagaimana tidak, penjual terompet berhimpitan nyaris tanpa sekat; kualitas terompet dari bentuk hingga model suaranya dan cara menjual kemudian menjadi titik singgung sebagai ukuran sejauh mana hasil dagangannya; selebihnya adalah nasib dan doa yang terkabul.

Saya tidak tahu sejak kapan sebenarnya perayaan tahun baru disimbolkan dengan meniup terompet; mengapa harus terompet dan apa pula makna dari peniupan terompet yang dilakukan secara massif pada saat mengiringi countdown sampai dengan titik 00:00 dan gemuruh memekakkan telinga setelah memasuki waktu tiba tahun baru. Sahabat blogger, mungkin sahabat punya referensi tentang hal itu?

Selamat Tahun Baru 2009

Semoga Tahun Baru Akan Menjadi Pintu Masuk Bagi Sukses Blogger di Indonesia

Related posts:

  1. Natal Di Antara Dua Tahun Baru
  2. Hijrah Di Antara Natal Dan Tahun Baru
  3. Sebuah Award Di Akhir Tahun 2008
  4. Adakah Kebangkitan Islam Itu? (Refleksi Tahun Baru 1430 H)
  5. Blog Baru Dengan Semangat Baru
  6. Kado Akhir Tahun 2008: Blog Ini Mendapat PR 2
  7. Vonis 9 Tahun Penjara Untuk Probo Yulastoro
  8. Merayakan Ulang Tahun
  9. Hawa Panas Iringi 153 Tahun Kabupaten Cilacap
  10. Ternyata Sudah Satu Tahun NgeBlog