Learn To Earn Is The Reason Why I am Blogging
Sedekah Laut: Ritual Budaya Nelayan Cilacap
Jangan berprasangka yang tidak baik dulu terhadap istilah Sedekah Laut. Lho, laut kok dikasih sedekah? Sedekah kok buat laut? Mari kita lihat dengan sisi ritual-kulturalnya dulu. Bagi masyarakat nelayan Cilacap, Sedekah Laut merupakan agenda rutin tahunan. Sedekah Laut pasti diselenggarakan pada Hari Jumat Kliwon atau Hari Selasa Kliwon pada bulan Muharram atau bulan Sura. Tergantung mana yan yang jatuh lebih dulu pada bulan yang bersangkutan. Untuk Tahun 2009 ini, jatuh pada Hari Jumat Kliwon bertepatan dengan Tanggal 1 Muharram 1431 H atau 18 Desember 2009. Begitu secara prakteknya.
Lantas apa makna filosofis di balik Hari Jumat Kliwon atau Selasa Kliwon yang dipilih sebaagi hari pelaksanaan Sedekah Laut Ritual Nelayan Cilacap? Ini bukan kapasitas saya untuk menjelaskannya sebab saya bukan seorang Filosof
Mengapa pula harus setiap bulan Muharram atau bulan Suro? Ini juga saya tidak bisa menjelaskan. Mungkin lain waktu. Hanya yang saya pahami, kedua hari tersebut dengan hitungan pasaran Kliwon, memiliki “nilai” dan “bobot” tersendiri, umumnya bagi bagi masyarakat Jawa-tradisional dan hususnya bagi masyarakat nelayan Kabupaten Cilacap.
Kedua hari tersebut, juga memiliki “nilai” dan “bobot” yang kurang lebih sama apresiatifnya dengan bulan Muharram dalam kalender Hijriyyah dan atau Bulan Suro dalam kalender Jawa. Dalam tradisi Islam, ada banyak cerita tentang keutamaan bulan Muharram. Dan Kaum Syiah Iran memiliki Hari Istimewa Asyura pada setiap bulan Muharam untuk menghormati dan memperingati kematian heroik Hassan-Hussein Putera Sahabat Ali Bin Abi Thalib.
Kembali ke Sedekah Laut. Sebagai ritual budaya, sedekah laut kurang lebih bermakna ungkapan syukur kaum nelayan atas karunia yang diberikan Tuhan melalui kelimpahan pendapatan dan penghasilan selama setahun terakhir guna mendapatkan ikan di tengah laut untuk menghidupi keluarganya. Bahwa ungkapan syukur bisa dilakukan melalui berbagai media; maka dalam konteks sedekah laut, nelayan Cilacap “Melarung Sesaji”, membuang sesaji ke tengah laut dalam bentuk Kepala Kerbau dan uborampe lainnya yang diusung dengan sejumlah Jolen / Keranda.
Setelah upacara resmi di Pendodpo Kabupaten, Jolen kemudian diarak menuju THR Teluk Penyu tempat dimana sesaji itu akan dinaikkan ke dalam perahu kemudian dilarung di sekitar Karang Bandung sisi timur Pulau Nusakambangan. Kalau melihat prosesi upacara yang ada, kehidmatan kaum nelayan nampak sekali di dalamnya. Ini akan berbeda dengan hiruk-pikuk para pendatang yang sengaja ingin menyaksikan prosesi sedekah laut yang sudah menjadi komoditi wisata Kabupaten Cilacap. Yang berbeda, Sedekah Laut Tahun ini tidak bisa disaksikan oleh Probo Yulastoro (dulu) Bupati (yang sekarang sudah) non aktif.
Related posts:
- Objek Wisata Pantai Indah Widara Payung Cilacap
- Cilacap Yang Terkoyak
- Hawa Panas Iringi 153 Tahun Kabupaten Cilacap
- Jamu Tradisional Cilacap
- Teroris Tertangkap Di Cilacap
- Menuju Kabupaten Cilacap Barat
- Bupati Cilacap Ditahan
- E-Government Pemerintah Kabupaten Cilacap
- Budaya Kupat, Lebaran Ketupat Dan Kuliner
- Imlek dan Asimilasi Budaya Tionghoa di Indonesia
| This entry was posted by Munawar AM on December 17, 2009 at 12:52 AM, and is filed under Kampung Halaman. Follow any responses to this post through RSS 2.0. You can leave a response or trackback from your own site. |




about 2 months ago
Kata Kyai Muhith Muzadi nih kalau nggak salah pernah baca. budaya ya biarlah menjadi budaya. Islam tak bisa terlepas dari akukturasi budaya ketika masuk ke Indonesia.
Jadi kalau ada lantai yang kotor, ya di sapu saja mas, bukan lantainya yang di beredel di buang nanti malah nggak karu-karuan.
budaya atau tradisi demikian di cilacap, mungkin biarlah menjadi budaya. apalagi di lakukandalam rangka bersyukur. yang perlu di perbaiki mungkin caranya mas, sebagaimana menyapu lantai.
salam.
about 2 months ago
wah.. pasti rame om.. terakhir kali liat sedekah laut waktu smp..
about 2 months ago
Di daerah Kalbar juga ada budaya yang mirip, namanya ROBO-ROBO (di daerah Mempawah). Ritualnya juga membuang sesuatu (di sungai).
Setiap ada event tsb, pasti rame banget.
about 2 months ago
yang jelas sy tetap menanti sedekah backlinknya
about 2 months ago
Selamat Tahun Baru kangggg
about 2 months ago
Apa pun bentuknya, ngga penting. yang terpenting adalan bagimana menjadi lebih baik..
about 2 months ago
Tak lupa mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1431 H semoga sukses yaaa Kang Nawar
about 2 months ago
@Badruz: Mbah muhith memang bijak ya Mas… Salut buat pinisepuh seperti beliau

@Iskandaria: mungkin pada hampir setiap komunitas nelayan ada ritual budaya semacam itu
@Pancallok: sedekah backlink? ha ha ha… aya-aya wae si Fanca
@Lukman NUlhakim: banyak kisah bijak dari lukamnulhakim
@alwi: Amin 3x Ya Mujibassailin
about 2 months ago
kok menjurus musyrik yah ?
about 1 month ago
itulah yang saya takut kan, Seandai nya rasa bersyukur nya itu di ganti dengan yan lebih baik bkan ke laut tapi ke panti asuhan namun dengan dan atas nama Alloh maka insya alloh lebih berkah….
about 3 weeks ago
aslmkum kang nawar nembe mampir geh….slm knl yupzzzzzzzzz cah kalisabuk
@arjuna: bisa ketemu saya di Jerman: jejer MAN xsbuk/etane, antara jam 10.00-16.00