Dirgahayu Cilacapku

Peringatan Hari Ulang Tahun Pemerintah Kabupaten Cilacap akan memasuki puncaknya pada tanggal 20 Maret 2009. Ya, Kabupaten terluas di Jawa Tengah ini sudah memasuki usia 153 tahun. Sudah cukup tua tentunya, tapi Kota yang memiliki sesanti atau slogan Bercahaya (Bersih, Elok, Rapi, Ceria, Hijau, Aman dan Jaya) ini masih terus menggeliat dengan jargon Kabupaten Pro Investasi. Ya, maklum, memang Kampungku ini memiliki ciri khas yang mendukung pengembangan investasi dengan adanya beberapa obyek vital yang mendukung laju perekonomian seperti: PLTU Karangkandri, Pelabuhan Tanjung Intan (dengan sejumlah dermaga), Kawasan Industri, Pertamina Unit Pengolahan IV yang mensuplai BBM di wilayah Jawa Tengah,  Pabrik Cement Holcim Tbk, dan sejumlah Industri besar lainnya.

Namun sejak sepekan terakhir, di Kota Bercahaya ini terjadi peningkatan hawa panas; bukan panas karena sedang digelarnya Kampanye Parpol Peserta Pemilu; kampanye di sini malah adem ayem gitu, sepertinya kurang greget. Hawa panas ini terjadi sebab peningkatan suhu udara yang cukup drastis di sepanjang pesisir selatan Jawa baik pada siang ataupun malam hari. Jika pada bulan-bulan sebelumnya, suhu udara mulai dari Ujung Kulon, Banten hingga Blambangan, Jawa Timur hanya mencapai 28 derajat celcius, pada Maret ini suhu bisa mencapai 32 derajat celcius.

Sumber di Badan Meteorologi dan Geofisika wilayah Cilacap, mengatakan, kondisi tersebut terjadi karena memasuki bulan Maret, posisi matahari semakin mendekati garis equator (khatulistiwa). Dari pantauan satelit, dalam sepekan terakhir, garis lintasan matahari memang berada di sepanjang pesisir selatan Jawa. Kondisi tersebut juga diperparah dengan angin yang bertiup dengan kecepatan rendah atau di bawah 25 km per jam sehingga hampir tidak ada pergeseran uap panas dari bumi atau biasa disebut dengan istilah gerah.

Kondisi ini merupakan siklus tahunan yang selalu terjadi menjelang peralihan musim hujan ke musim kemarau. Proses pembentukan awan biasanya mulai terjadi setelah matahari bergeser dari tengah ke ufuk barat. Namun karena terbentuk secara sporadis dan berukuran kecil, kurang dari 10 persen pancaran sinar matahari yang tertahan oleh awan. Sedang sebagian besar lainnya langsung mengarah ke permukaan bumi. Puncaknya terjadi pada pukul 14.00 Wib dengan  suhu 32 derajat celcius bahkan dimungkinkan lebih. Namun kondisi ini hanya terjadi selama Maret saja. Sesuai prakiraan, memasuki Bulan April, suhu udara mulai menormal karena garis lintasan matahari sudah berada di utara equator.

Sahabat Blogger…., bagaimana cuaca di lingkungan Anda? Panas? Dingin, Hujan, Gerimis atau malah Banjir? Kabupaten Cilacap sendiri memang termasuk daerah yang rawan bencana alam; utamanya adalah Banjir, Tanah Longsor dan Angin Puting Beliung. Ini mengingat struktur geografis wilayah ini yang sebagian di antaranya pegunungan yang sudah mengalami penggundulan hutan. Banjir sering datang karena kiriman dari wilayah lain yang aliran sungainya bermuara di Kabupaten Cilacap seperti Sungai Citanduy dan Serayu. Jika tanggul –sungai Citanduy utamanya– jebol, maka dipastikan banjir melanda wilayah barat Cilacap. Banjir dan ketidakpastian pergantian musim juga berakibat rusaknya infrastruktur utamanya jalan raya.

Peringatan Hari Jadi 153 tahun di tengah ketidakpastian pergantian musim, Kabupaten Cilacap siap mensukseskan Pemilu 2009. Dirgahayu Kabupaten Cilacap Tercinta. Semoga tetap Bercahaya.

Related posts:

  1. E-Government Pemerintah Kabupaten Cilacap
  2. Menuju Kabupaten Cilacap Barat
  3. Sedekah Laut: Ritual Budaya Nelayan Cilacap
  4. Cilacap Yang Terkoyak
  5. Objek Wisata Pantai Indah Widara Payung Cilacap
  6. Teroris Tertangkap Di Cilacap
  7. Vonis 9 Tahun Penjara Untuk Probo Yulastoro
  8. Hijrah Di Antara Natal Dan Tahun Baru
  9. Jamu Tradisional Cilacap
  10. Bupati Cilacap Ditahan