Membongkar kembali tumpukan arsip tahun 2007-an, saya menemukan tulisan Bupati Cilacap berjudul “Membangun Cilacap Kota Web Tanpa Kabel“. Judul yang diambil dari koran lokal Radar Banyumas (Jawa Pos Group) tersebut saya tulis apa adanya. Melihat judul yang ada, kelihatannya cukup bombastis, serius dan futuristik. Isinya dari tulisan tersebut adalah  penyampaian visi dan misi Pemerintah Kabupaten Cilacap dalam menyiasati perkembangan tehnologi informasi berbasis internet. Misinya diterapkan dalam pembuatan e-Government dengan web resminya http://www.cilacapkab.go.id.

Persoalan e-Government di manapun berada tidak jauh berbeda dengan pesoalan e-Government di beberapa daerah di indonsia. Di Kabupaten Cilacap, pernah menjadi perdebatan sengit antara beberapa stakeholder baik eksekutif, legislatif maupun kalangan lembaga swadaya masyarakat. Perdebatan saat itu muncul di sekitar efektivitas sebuah e-Government dan kesiapan infrasturktur yang dimiliki, termasuk di dalamnya ketersediaan SDM operatornya.

Perdebatan tersebut muncul seiring dengan menguatnya issue yang cukup menghangat saat itu mengingat besarnya biaya untuk mewujudkan cita-cita tersebut yang mencapai milyaran rupiah. Hasilnyapun ternyata tidak / belum seperti yang diharapkan. Jika melihat dan mengamati situs / web tersebut, memang belum banyak mencerminkan ideal sebuah replika web e-Government. Belum semua link menuju dinas dan instansi terkait dimasukkan dalam navigasi web.

Belum reda perdebatan tentang e-Government, muncul kebijakan Pemkab Cilacap untuk membuat Simpemdes, sistem informasi pelayanan pemerintahan desa. Sepanjang tahun 2008, perdebatan tersebut juga bermuara pada besaran biaya yang dianggarkan 100 juta / desa per paket simpemdes dengan kesiapan SDM pemerintah desa yang masih membutuhkan pelatihan (sekedar untuk) mengoperasikan komputer. Tapi kebijakan tersebut tetap berjalan; hingga sekarang dengan realisasi yang kurang memuaskan.

Simpemdes sebenarnya bagian yang tak terpisahkan dari paket e-Government. Tujuannya untuk mendorong percepatan perkembangan tehnologi internet sampai ke pelosok desa. Dengan simpemdes, diharapkan informasi seputar pelayanan publik bisa diakses masyarakat dengan cepat. Tapi karena realisasi simpemdes juga belum memuaskan, maka efektifitas dari keseluruhan bangunan e-Government masih jauh dari harapan.

Untuk melengkapi paket e-Government, pemkab Cilacap membangun koneksi internet nirkabel (wireless fidelity/WiFi) dalam wujud penyediaan Hotspot. Baru satu titik, di sekitar alun-alun Cilacap dari sekian titik strategis di seluruh wilayah Kabupaten terluas di Jawa Tengah ini. Padahal banyak sekali lokasi strategis yang sangat memungkinkan untuk dipasang hotspot.

Sahabat Blogger, kenyataan di atas bukan tidak mungkin dialami oleh pemerintah Kabupaten di mana sahabat blogger tinggal. Jika seandainya lebih baik dan lebih optimal dalam pemanfaatannya, maka tentu itu lebih baik karena kesiapan infrastrukturnya benar-benar matang.

Related posts:

  1. Menuju Kabupaten Cilacap Barat
  2. Simpemdes
  3. Hawa Panas Iringi 153 Tahun Kabupaten Cilacap
  4. Cilacap Yang Terkoyak
  5. Teroris Tertangkap Di Cilacap
  6. Objek Wisata Pantai Indah Widara Payung Cilacap
  7. Sedekah Laut: Ritual Budaya Nelayan Cilacap
  8. Bupati Cilacap Ditahan
  9. Jamu Tradisional Cilacap
  10. Vonis 9 Tahun Penjara Untuk Probo Yulastoro