Belum lagi Miyabi jadi datang ke Indonesia, bencana gempa bumi sudah terjadi. So, kontroversi beralih ke konsentrasi, tapi proses searching di internet rupanya masih terus terjadi. Dan para pecinta atau penggila Miyabi masih menunggu kapan realisasi kedatangan miyabi menjadi kenyataan sementara korban gempa bumi sama sekali tidak membutuhkan kedatangan Miyabi. Tidak hubungan sepsifik antara Miyabi dengan gempa bumi.

Yang hendak saya kemukakan adalah negara asal Miyabi, Jepang, sama seperti Indonesia, memiliki potensi dan kerawanan gempa bumi. Kita masih ingat tentunya, 17 Januari 1995, Kota Kobe, Hyogo diluluhlantakkan oleh gempa yang populer disebut Great Hanshin-Awaji Earthquake, yang menyebabkan ribuan korban jiwa meninggal dunia. Gempa Bumi Kobe telah mengilhami Konferensi Sedunia Tentang Pengurangan Risiko Bencana 18-19 Januari 2005, di Kota Kobe, Hyogo Perfecture, Jepang, yang menghasilkan komitmen penanggulangan bencana secara internasional yang dikenal dengan Deklarasi Hyogo dan melahirkan dokumen sangat penting yang disebut dengan Hyogo FrameWork.

Salah satu Mukadimah Hyogo FrameWork menyebutkan: “Kami menyatakan duka dan simpati yang sedalam-dalamnya dan merasakan solidaritas terhadap penduduk dan komunitas yang terkena dampak bencana yang sangat merugikan, terutama mereka yang diluluhlantakkan oleh bencana gempa bumi dan tsunami yang tak terduga di Samudera Hindia pada tanggal 26 Desember 2004″.

Mukaddimah tersebut ada pada paragraf kedua Hyogo Framework sebagai bentuk kepedulian intransional atas terjadinya gempa bumi dan gelombang tsunami 2004 di Aceh dan sekitarnya. Memang, sejak Hyogo Framework dideklarasikan, ada perkembangan yang signifikan di mana tingkat kepedulian masyarakat Internasional terhadap pengurangan risiko bencana sampai dengan pemulihan masyarakat pasca bencana terus meningkat. Termasuk bantuan negara-negara asing terhadap pemulihan pasca bencana gempa bumi Padang Sumatera Barat. Ini karena masalah bencana sudah menjadi komitmen internasional.

Antar Miyabi dan Gempa Bumi ada pada domain yang berbeda, terutama pada tren dan juga pada hasil pencarian Google Indonesia. Kecenderungan pencarian minggu ini lebih banyak yang mencari Miyabi ketimbang gempa bumi, apalagi searching tentang Hyogo Framework.

Lantas apakah rencana mendatangkan Miyabi masih menjadi komitmen segelintir orang dengan kepentingan sesaatnya? Untuk saat ini, kedatangan dan mendatangkan Miyabi ke Indonesia mungkin belum tepat. Mungkin suatu saat. Atau mungkin tidak sama sekali. Karena sekali berhasil mendatangkan Miyabi, maka menjadi terbuka kemungkinan untuk mendatangkan Miyabi-Miyabi yang lain.

Incoming search terms for the article: